Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.
Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak nganggurnya..?? Saat itulah setan bekerja mempermainkan hatimu, masuk ke dalam pikiranmu dan melemahkan imanmu.
Mulai hasad dengan orang lain.
Mulai menyesali nasib sendiri.
Jatuh lagi dalam kesedihan dan sesal masa lalu.
Mikirnya mulai yang aneh-aneh..
Dan tak jarang malah jadi kejauhan.
Jadi Over thingking dan overly worried.
Hasilnya??
Sedih, inferior, mental jatuh..
Takut, cemas dan gelisah.
Yang paling bahaya kalau hati jadi tertutup dari mengingat nikmat Alloh. Padahal yang sebenarnya, nikmat Alloh itu masih ada dan masih banyak untuk disyukuri.
Karna itu, ayat..
فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ
"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)," (QS. Al-Insyirah: 7)
Ini bukan sekedar ayat anjuran..
Tapi semua rumus baku, pasti dan teruji.
Kalau kita ingin dilapangkan hatinya dari kesedihan. (QS. 94: 1)
Diringankan dari beban masalah yang membuatmu berat menjalani kehidupan. (QS. 94: 2-3)
Ditinggikan derajatmu atau dibaikkan namamu lewat karya dan manfaat. (QS. 94: 4)
Serta dihadirkan solusi dan pertolongan di saat kesulitan itu datang. (QS. 94: 5-6)
Jawabannya adalah.. teruslah bergerak.
Jangan banyak Mager, jangan kebanyakan nganggur. Jangan ada jeda yang terlalu lama dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Mukmin itu terus bergerak.
تحرك فإن فى الحركة بركة
[Taharrok fainna fil harokah barokah.]
Bergeraklah, sesungguhnya setiap gerakan ada berkahnya.