Ada kalanya Alloh tidak mengizinkanmu bersama dengan orang yang kau inginkan.
Padahal hatimu mencintainya.
Harapanmu sudah sempat melambung tinggi bersamanya.
Percaya ke Alloh.
Dipisahkannya kita dengan orang-orang tertentu sebab Alloh lebih tahu masa depanmu. Mungkin dia orang yang tidak baik untuk masa depanmu dan keselamatan imanmu.
Tenang.. nanti seiring waktu berlalu, rasa sakitnya akan berkurang.
Sama seperti dahulu kala kehilangan suatu barang..
Awalnya nyesel, sedih bahkan bingung. Nyari seperti apapun tidak ketemu. Pikiran terikat dengan penyesalan..
Ditambah sakit saat berandai, "coba tadi begini dan begitu".
Namun lambat laut.. sakit itu berkurang bahkan sekarang sudah tak tersisa.
Obatnya ternyata adalah waktu.
Saya belajar.
Salah satu hikmah yang terkandung di dalam kalimat Istirja'. Yakni kalimat "Innalillahi wa inna illaiyhi roji'un" adalah..
Bahwa kita diajarkan untuk menyadari bahwa segala hal di dunia ini tidaklah abadi.
Karenanya.. belajar melepaskan.
Jangan pernah sekalipun engkau kagum dengan benda dunia. Apalagi terlalu cinta hingga melekat sampai ke lubuk hati yang terdalam.
Mau itu barang..
Mau itu orang..
Mau itu harta dan kekuasaan.
Selama itu adalah bendanya dunia. Hal itu pasti akan menghilang dan meninggalkan kita.
Jika saatnya hal itu nanti pergi.. Hati ini tak akan merasakan sakit yang membawa pada keterpurukan, depresi dan kehilangan yang berkepanjangan.
Ada satu doa yang diajarkan guru saya setiap kali kita mendapatkan nikmat..
"Ya Alloh.. terimakasih atas nikmat yang kau berikan ini. Dan bersamaan dengan aku menerimanya, tolong bantulah aku mengendalikan kecintaanku atas hal ini.. sehingga, jika saatnya nanti tiba engkau mengambilnya, aku bisa bersiap ikhlas dan bersabar."
Kesimpulannya.. apapun yang nantinya kau temukan di dunia, jangan curahkan seluruh kecintaanmu kepadanya, sebab ia datang untuk pergi.
Semakin dalam kecintaanmu, semakin dalam lukamu nanti saat hal itu meninggalkanmu.