Keberhasilan seorang hamba di sisi Alloh bukan saat dia menerima sesuatu.
Jangan kau pikir dirimu berhasil setelah mendapatkan harta yang banyak.
Jangan kau kira dirimu berhasil setelah punya jabatan mentereng.
Jangan kau pikir dirimu sukses hanya karena sekarang dikenal banyak orang.
Jangan merasa sudah berhasil ketika sudah berkeluarga, punya anak atau bahkan tempat tinggal.
Belum kawan..
Jangan sekalipun berpikir Kita sudah berhasil setelah mendapatkan semua itu. Terlebih sebenarnya itu adalah pemberian dari Alloh Azza wa jala.
Islam mengajarkan..
Keberhasilan yang sebenarnya, tergantung dari apa yang kita kerjakan setelah mendapatkan semua nikmat itu.
Setelah punya harta.. lalu hartamu kau gunakan untuk apa.
Setelah punya jabatan, punya pengaruh dan terkenal.. lalu semua itu kau gunakan untuk bagaimana.
Setelah punya istri, punya suami, punya anak.. kau apakah mereka dan kau jadikan mereka seperti apa.
Karena untuk mendapatkan, itu bukan kehebatanmu. Catat itu..!!
Itu karena rahmat Alloh.
Karunia Alloh. Pemberian dari Alloh.
Maka berhasil tidaknya kita justru setelah dapat semua itu.
Jika setelah mendapatkan nikmat menjadikanmu semakin takwa, menggunakan semua itu untuk ibadah dan menebar manfaat. Maka benar sudah bahwa itu adalah keberhasilan.
Jika sebaliknya..?? Maka itu kegagalan. Dan bersiaplah dimintai pertanggungjawaban dengan cara yang amat perih.
Qarun gagal atas itu.
Firaun gagal atas itu.
Apa yang kau lakukan dengan semua nikmat Alloh itulah ujian yang sebenarnya.
Berhasil tidaknya diri kita, tergantung dari bagaimana tindakan kita tepat setelah menerima nikmat dan ujian.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman..
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَلَى النَّا رِ ۗ اَذْهَبْتُمْ طَيِّبٰـتِكُمْ فِيْ حَيَا تِكُمُ الدُّنْيَا وَا سْتَمْتَعْتُمْ بِهَا ۚ فَا لْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَا بَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْـتُمْ تَسْتَكْبِرُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُوْنَ
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), "Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu, dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Alloh)." (QS. Al-Ahqaf: 20)
Kawan..
Termasuk pun jika mendapatkan kesedihan, sakit, dan musibah. Itu semua belum tentu kegagalan.
Bisa jadi keberhasilan yang besar di sisi Alloh, jika setelah mendapatkan yang demikian.. kita justru semakin bagus ibadahnya, semakin besar rasa syukur dan bertambah kuat keimanannya.