Ada satu kejadian yang tak pernah saya lupa seumur hidup ketika dulu saya berziarah ke Masjidil Aqsho di tanah Suci Palestina..
Saat itu..
Saya memasuki masjid yang memang tidak seramai kalau kita sholat di Masjid Nabawi atau masjidil Harom.. sehingga saya mengambil satu tempat duduk yang agak jauh dari orang-orang karena ingin menikmati suasana.
Tiba-tiba..
Seorang laki-laki paruh baya mendekati saya, mengucap salam lalu bertanya,
"Anda dari mana??"
"Indonesia.." jawab saya.
Beliau kemudian menggenggam erat tangan saya.. sambil berkata.
"Saudaraku.. terima kasih."
"Terimakasih sudah menemani kami selama ini."
"Jika nanti Anda pulang..
Kabarkan kepada orang-orang di Indonesia untuk berkunjung ke Masjidil Aqsho.
Kami tidak membutuhkan harta-harta kalian. Hanya dengan dikunjungi saja, kami sudah senang.
Sebab dengan itu kami tahu, bahwa kami belum dilupakan. Kami tidak sendirian."
Ya Alloh..
Nyess rasanya. Langsung deg..!!
Hati saya seperti digempur.
Maka lewat tulisan ini.. Saya menjalankan amanah itu.
Bagi kawan-kawan yang sudah umroh atau haji. Bahkan mungkin umrohnya sudah berkali-kali..
Sementara cukup dulu umrohnya.
Sekarang giliran untuk berkunjung ke Baitul Maqdis di Palestina.
Terlebih yang senang liburan kemana-mana, tapi tanah Palestina dan Masjidil Aqsho belum pernah disapa.. Perlu untuk jadi renungan kita..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
وَلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ، إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى وَمَسْجِدِي
“Dan jangan mengencangkan pelana (melakukan perjalanan jauh) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, dan Masjidku (Masjid Nabawi)." (HR. Bukhari)
Palestina memanggil.
Saudara kita di sana menanti antum. Menanti dukungan kita..
Bukan hanya harta tapi juga kehadiran yang mampu menguatkan.
Sapa mereka di sana jika ada rezeki dan kesempatan. Meski seumur hidup hanya sekali.