Guru saya pernah memberikan nasihat kepada para santrinya.
Bahwa berhasil tidaknya keluarga itu dalam urusan rezeki..
Tergantung dari 2 hal ini.
1. Suaminya selalu fokus mencari yang halal.
2. Istrinya selalu ridho dengan yang didapatkan suaminya.
Suami yang fokus pada yang halal, akan ditolong Alloh.
"“Tiga golongan yang Alloh pasti menolong mereka;
Orang yang berjihad di jalan Alloh, budak yang ingin menebus dirinya, dan orang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatan dirinya” (HR Ahmad & Tirmidzi)
Kalem bro..
Nikah itu sendiri sudah rezeki. Ditambah jika niat kita benar. Insyaallah rezeki pun akan terus mengalir tiada henti.
Fokus dengan yang halal. Tinggalkan yang harom. Dan jangan khawatir tidak dapat jatah rezeki hanya karena tidak ikutan ngambil yang harom.
"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Alloh, niscaya Alloh akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
Seorang istri yang ridho dengan pemberian Suaminya saat ini meski sedikit. Itu sama saja seperti sedang menabung datangnya kemudahan rezeki untuk keluarganya di masa depan.
Sebaliknya.. keluhan yang keluar dari lisan seorang istri atas pemberian suaminya. Maka itu sama saja dengan menutup pintu rezeki bagi keluarganya di masa depan.
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad)
Sebab itu..
Urusan kebaikan rezeki dalam rumah tangga adalah tanggungjawab keduanya.
Suaminya ikhtiar mencari yang halal dan tidak maksiat di luar rumah.
Istrinya mendoakan saat Suaminya ikhtiar dan ridho saat diberi Suaminya.