Bayangkan kita lagi bepergian.. dan sewaktu kita bepergian itu, kita diajak bareng sama temen yang terkenal paling kaya dan suka nraktir.
Orangnya dikenal nggak itungan, enteng banget ngeluarin duit buat beliin sesuatu ke temen-temennya.
Apa perasaan kita jika akhirnya kita punya kesempatan pergi jalan-jalan, healing atau semacamnya bersama teman yang seperti ini?? Saya yakin.. pasti kita termasuk yang seneng, tenang dan bahkan akhirnya jadi punya harapan nanti dibeliin sesuatu selama di perjalanan. Atau mungkin juga udah bisa ngebayanyin bakal ditraktir oleh-oleh.
Perhatikan..!!
Kalau bepergian dengan teman yang terkenal paling kaya saja sudah membuat antum senang dan merasa tenang di tengah perjalanan.. kenapa ketika antum tahu bahwa hidup kita diatur dan dibersamai oleh Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah, kita masih merasakan was-was, cemas dan khawatir..?
Maka, jangan kau sangka Alloh tidak adil. Karena bisa jadi.. kita lah yang tidak adil.
Masih terus khawatir dengan pengaturan Alloh ﷻ. Tapi bisa-bisanya merasa tenang hanya karena jalan bersama manusia.
Karenanya..
Benarlah jika dikatakan, bahwa awal langkah pembuka rezeki itu adalah bertobat. Istighfar..
Bukan sekedar mengistighfari maksiat di masa lalu..
Karena ketidaktepatan di mana seharusnya kita meletakkan sumber ketenangan itupun mungkin adalah dosa yang sudah lupa kita tobati.
Dan mungkin inilah yang jadi sebab gelisahnya hati selama ini.
Tak pernah merasa cukup.
Selalu merasa khawatir.
Dan urusan-urusan pun sering kali berantakan, dan tak pernah ada beresnya.
Astagfirullahal'adziim wa atubuu ilaih..