Kalau diingat-ingat.. berapa kali kita mengeluhkan tentang rezeki.
Yang kurang lah..
Yang keadaan susah lah..
Atau beragam macamnya.
Tapi anehnya..
Kita masih hidup juga sampai sejauh ini.
Bahkan kalau mau dihitung-hitung..
Antara yang kita dapatkan dengan yang sudah kita berhasil nikmati, hitungannya nggak masuk di akal.
Kok bisa meng-cover semuanya..??
Itu karena Rahmat-Nya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Bukankah sebenarnya itu sudah cukup jadi pelajaran buat kita..??
Bahwa sekhawatir apapun, ternyata rezeki yang Alloh jamin untuk kita memang lah benar-benar ada.
اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ بِعِبَا دِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
"Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya." (QS. Al-Isra': 30)
Oleh sebab itu..
Jangan sekedar mencari banyaknya.
Tapi cari berkahnya.
Karena jika harta itu sudah berkah. Alloh akan jadikan manfaatnya kian meluas.
Cari dengan jujur. Jangan halalkan segala cara. Dan jangan sampai ketika bekerja.. kita lalai dari menjalankan kewajiban kepada Alloh ﷻ.
Mungkin jumlahnya tak langsung bertambah.. tapi efisiensinya meningkat tajam.
Mungkin dapatnya masih sama.. tapi yang berpotensi merugikan kita akan Alloh tahan dengan kekuasaanNya.
Maka, di antara ciri rezeki berkah itu adalah..
1. Saat sedikit terasa cukup.
2. Jika banyak, ia tak jadi bahaya bagi pemiliknya.
*) note: contoh bahaya: Makin kaya makin pelit, makin kaya makin malas ibadah, makin kaya makin turun kualitas ketaatan kepada Alloh, makin kaya makin banyak maksiat, makin kaya makin sombong. Dan seterusnya..