Setiap orang punya cara dakwahnya masing-masing. Ada yang sanggup frontal, ada yang sanggupnya tipis-tipis.
Semua pasti mempertimbangkan pilihannya.
Jangan dihina..
Sebab kita tak pernah tahu, amal mana yang Alloh lihat sebagai amal yang besar.
Yang frontal, tapi ternyata hanya ingin dipuji manusia, malah bisa jadi sebab kita tidak selamat kelak di akhirat.
Sementara yang bentuk perlawanannya tipis-tipis.. mungkin ikhlasnya malah besar.
Bahkan malah terkadang, yang kecil itu berpotensi lebih besar ikhlasnya.
Semua orang punya porsinya masing-masing dalam perjuangan ini.
Dan tidak semua orang sehebat dirimu yang berani mengambil resiko.
Mau pakai semangka, mau pakai bendera.. itu semua adalah bentuk perlawanan terbaik yang mereka bisa.
Mau boikot, mau tidak.. itu pasti sudah diukur sesuai kemampuannya.
Yang tidak posting bukan berarti tidak peduli..
Mungkin mereka malah mendoakan setiap hari.
Jangan karena kritikanmu..
Kaum muslimin jadi keluar dari barisan persatuan sebab merasa salah, minder dan tidak benar.
Gini salah..
Gitu salah.
Jangan gunakan ukuranmu untuk memaksakan cara dakwah orang lain. Karena setiap kita punya banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilindungi..
Dan itu semua juga penting.
Kendalikan hatimu untuk gampang menilai orang lain. Itu juga perjuangan yang tak boleh diremehkan.
Lisan ngajak kebaikan, tangan gemar menolong.. tapi hati merasa paling benar dan paling berhak menilai. Itu pun juga berbahaya..
Terlebih jika buruk sangka itu ditujukan kepada saudara sesama muslim.
Sebab kelak.. kita tidak akan dihisab berdasarkan apa yang orang lain lakukan, melainkan akan dihisab atas apa yang hatimu lakukan.