Ada yang inbox kurang lebih begini..
"Ustadz.. Hidup saya lagi bermasalah. Usaha saya sedang bangkrut, keluarga saya jadi sering ribut.. Dan hati saya nggak tenang.
Saya minta amalan apa yang harus saya lakukan agar hidup saya jadi lebih baik.."
tulis seorang kawan ke saya.
Ngerasain yang begini juga??
Mau nanya hal yang sama??
Sudah, nggak usah kirim inbox ke saya. Soalnya jawaban saya bakalan sama. Saya tulis di sini.
Kawan-kawan, coba amalkan 8 hal ini :
1. Perbanyak istighfar minimal 100x sehari. Boleh redaksi yang mana aja.
Bagus lagi.. Kalau tambahin doa nabi adam (Al A'raf:23) dan nabi yunus (Al Anbiya:87).
2. Usahakan Qiyamul lail setiap malam.
Untuk perempuan yang sedang halangan, tetap bangun. Ganti sholat malamnya dengan beristighfar.
وَبِا لْاَ سْحَا رِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
"dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Alloh)." (QS. Az-Zariyat: 18)
3. Baca Quran setiap hari minimal selembar.
Sebab jodohnya bangun malam itu baca Qur'an.
وَرَتِّلِ الْقُرْاٰ نَ تَرْتِيْلًا
"dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (QS. Al-Muzzammil: 4)
4. Sholat taubat sebelum tidur.
Kita tak pernah tahu, dosa mana yang jadi penghambat ikhtiar dan rezeki kita di hari ini. Maka tak ada salahnya terus bertobat.
Cukup 2 rakaat.
Raka'at pertama membaca Al Fatihah dan al Kafirun. Raka'at kedua membaca Al Fatihah dan Al ikhlas.
5. Sedekah meski sedikit.
Dengan apa saja yang menjadikan kita bisa jadi sebab menolong orang lain.
6. Senangkan orang lain. Bisa orang tua, bisa dhuafa, yatim, karyawan, dll.
7. Pasrah dan tawakal. Terima bahwa semuanya memang kehendak Alloh Azza wa jala.
8. Berdoa dan mendoakan orang lain.
Begitu jawaban saya kirim.. Ehh...
Muncul lagi pertanyaan..
"Sampai kapan ustadz?"
Saya jawab lagi,
"sampai seterusnya, sampai selamanya,, sampai akhir hayat."
Kawan-kawan yang dirahmati Alloh.. Kita ini aneh.
Sama persis dengan saya.
Setiap kali tanya ke guru saat ada masalah tentang solusi, hampir selalu diikuti dengan pertanyaan, "Sampai kapan?"
Pantaslah kalau kemudian hidup kita terus berpindah dari satu masalah besar ke masalah besar yang lain.
Kita hanya mau ibadah kalau bermasalah kok, dan itupun pakai batas waktu.
Begitu ngerasa seneng sedikit, lapang sedikit, trus seolah kembali boleh ninggalin amal.
Alloh "disingkirkan" lagi dari kehidupan.
Nanti bermasalah lagi..??
Nanya lagi amalannya. Begitu terus..
Maka tak heran jika Alloh sering mengirimi kita masalah.
Supaya kita ingat terus..!!!
Kalau nggak bermasalah.. Kita lupa sama tahajud, lupa sama dhuha, lupa sama sedekah, sama rawatib.. Bahkan lupa bertaubat.
Lha memang kalau nggak lagi bermasalah, terus kita bebas dari tahajud??
Memang kalau kita nggak bermasalah.. terus bebas dari sedekah??
Memang kalau tidak lagi bermasalah.. Kita bebas dari baca Qur'an dan semua sunnah-sunnah Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam??
Apakah kalau hidup lapang, lagi senang, lagi banyak duit,, terus nggak mau dapat keutamaan untuk dekat dengan Alloh lewat semua ibadah itu?
Sampai-sampai males tahajud, dhuha, puasa sunnah, sedekah, sholat rawatib, istighfar, baca Qur'an dan lainya.
Amalan itu nggak pakai batas waktu kawan..
Karena belum tentu, ngamal seumur hidup pun bisa cukup untuk mengimbangi dosa dan keburukan kita di dunia.
Jangan ada lagi pertanyaan, sampai kapan tahajud, sampai kapan dhuha, sampai kapan sedekah, sampai kapan istighfar,,
Karena memang harusnya DIBUTUHKAN SEUMUR HIDUPMU untuk beramal nyari pahala.
Semoga manfaat ya kawan-kawan. Saya pun masih berusaha menjadi baik.
Dosa saya banyak, kesalahan saya banyak. Hanya karena Allah tutup aib saya, seolah saya jadi pantas ngasih nasihat. Padahal.. Bisa jadi saya yang paling busuk hatinya.
Semua nasihat yang selama teman-teman baca sejatinya adalah untuk diri saya sendiri.
Semoga semua diangkat masalahnya dan diberi solusi atas semua kesulitannya. Aamiin..