Tanpa kita sadari..
Kita ini sering merasa kuat, hebat, berkuasa.. sampai-sampai setiap tindakan seolah pasti benar.
Anti kritik. Anti disanggah.
Merasa bahwa satu-satunya kalimat perintah yang harus diikuti adalah DARI AKU.
Dan tanpa kita sadari..
Sikap seperti itu sudah membuat orang lain tidak nyaman, menangis, kecewa, tersakiti, atau mungkin merasa tidak mendapatkan keadilan.
Ada istri yang akhirnya hanya memilih diam.
Ada anak yang akhirnya memilih menghindar.
Bahkan ada orangtua yang lebih memilih tidak membahas karena anaknya begitu tajam dalam lisannya.
Mereka memilih mengalah karena..
"Daripada ribut."
Ini semua sebab mulai merasa paling kuat dan berkuasa.
Ini tidak baik..
Alloh melihat. Dan Alloh tidak suka mereka yang sok berkuasa lalu tajam lisannya.
Kelak, akan Alloh kirimkan di kemudian hari orang yang membuat kita gantian menangis karena lisan mereka.
Belajarlah untuk lebih lembut kepada siapapun, apapun kedudukan dan posisimu.
Pakai lisan dengan baik..
Bicara yang sopan. Jangan sampai orang menangis karena perkataan kita yang tajam dan mudah melukai hati.
Sebab akan datang masanya kita akan melemah. Entah karena masa jabatan yang sudah usai..
Atau usia yang kian bertambah tua.
Dan saat diri mulai lemah..
Saat itulah, semua perilaku di masa lalu akan kembali.
Jika baik akan dapat kebaikan..
Jika buruk akan dapat keburukan.
Bahkan.. sebuah penelitian menunjukkan. Sebagian besar orang tua yang di masa tuanya kesepian, ternyata dimulai dari saat anaknya masih kecil, ia tidak berusaha membangun obrolan/ komunikasi yang nyaman dengan anak-anaknya.
Wahai orangtua..
Belajarlah bicara yang lembut.
Para atasan..
Bicaralah dengan santun.