Ada seseorang yang berdoa pingin dapat pekerjaan di satu tempat yang amat sangat ia idamkan..
Sebut saja Rijal.
Sudah berdoa sungguh-sungguh sekuat tenaga.
Sudah belajar amat sangat serius.
Karakternya juga baik..
Tapi ternyata, Alloh tidak mengabulkan doanya.
Di lain waktu, malah ia diterima di tempat lain yang tidak pernah dibayangkannya. Tidak sebesar dan sepopuler tempat kerja yang diharapkan.
Namun daripada nganggur..
Diterima saja lah.
Seiring berjalan waktu.
Ternyata di sana suasananya nyaman. Kinerjanya bagus..
Persiapan yang dulu dilakukannya untuk tempat kerja harapan amat sangat berguna di tempat ini.
Alhasil.. karier nya bagus dan cepat mengenal pimpinan-pimpinan lain.
Sampai suatu saat di waktu senggang..
Ia berbincang dengan salah seorang pemimpin. Yang beliau menyampaikan..
"Alhamdulillah.. Saya ini senang betul. Bersyukur ke Alloh mas bisa masuk di tempat kami.
Sejak mas Rijal masuk. Perusahaan kita membaik. Semua ikut bertumbuh.
Dan mas Rijal ini persis seperti yang saya sebut dalam doa-doa saya.
Muda, cerdas, visioner, kompeten dan jujur.
Ternyata Alloh mendengar doa saya dengan mengirimkan mas Rijal."
Mendengar ini..
Rijal pun kemudian tersadar. Dan saya pun belajar. Bahwa bisa jadi doa kita tidak Alloh kabulkan..
Karena ternyata ada orang yang Alloh kabulkan doanya. Mungkin karena lebih butuh, lebih khusyuk, lebih ikhlas atau lebih besar manfaatnya.
Maka.. siapapun yang hari ini sedang berdoa, namun nampaknya berbeda dengan harapannya.
Mungkin antum sedang berada di dalam bagian dari Doanya orang lain..
Kita mungkin adalah bagian dari doa pasangan kita hari ini..
Kita mungkin adalah bagian dari doa partner kita hari ini.
Dan seterusnya..
Dan insyaallah, apa yang saat ini terjadi.. akan lebih besar manfaatnya dan hasilnya.
Aamiin..