Akan ada masanya bahwa hadiah termewah yang amat sangat kita idam-idamkan hanyalah ketenangan.
Tak mau lagi berisik.
Ingin sejenak menjauh dari orang-orang.
Ingin punya pikiran yang tenang.
Beban yang berkurang.
Sedikit drama dari orang sekitar.
Makan ala kadarnya pun tak apa, yang terpenting hati tak lagi ada beban.
Tak lagi tertarik dengan penampilan.
Tak lagi peduli dengan status sosial.
Mau apa kata orang?? Terserah..
cukup yang penting diri kita sendiri dan Alloh yang tahu apa yang sebenarnya.
Jika masa itu sudah tiba. Fix..!!
Itu tandanya Alloh sudah menginginkanmu untuk memperbanyak mempersiapkan jalan (bekal) menuju kehidupan yang sejati.
Yakni Kehidupan abadi setelah kematian.
Jika hati sudah mulai rindu ketenangan. Jangan salah menyikapi dengan mencari ketenangan lewat cara-cara dunia.
Ini namanya salah menerima pesan Alloh.
Sebab ada sebagian orang di luar sana, karena tak mengenal cara menuju Alloh. Sinyal "Ingin tenang" ini malah diarahkan ke kesenangan (maksiat) sesaat.
Kalau hati sudah begitu ingin tenang, yang benar lakukan 5 hal ini..
1. Perbaiki penampilanmu.
Karena memperbaiki cara berpakaian, akan menentukan bagaimana keadaan hati.
Mulailah berpakaian yang menjadikan kita semakin rendah hati. Hindari pakaian yang memancing munculnya kesombongan.
2. Mulailah rutin mendatangi majelis ilmu.
Karena untuk mendekat kepada Alloh itu membutuhkan ilmu agar tak salah jalan. Pilih guru yang tepat.
3. Tambahkan waktu interaksimu dengan Al Qur'an.
Karena Al Qur'an adalah makanan bagi jiwa. Semakin sehat jiwa kita, makin mudah menemukan jalan menuju Alloh.
4. Kurangi kesenangan dunia.
Yang jadi sebab matinya hati adalah terlalu cinta dengan dunia. Kurangi kesenangan terhadap dunia, maka pasti lebih mudah tenang hatinya.
5. Sedikit bicara.
Salah satu yang jadi sebab hati kian jauh dari ketenangan adalah banyak bicara. Terlebih yang tidak manfaat.
Ditambah lain jika yang dibicarakan adalah fitnah, dusta dan sesuatu tentang orang lain. Pasti jadi sebab tidak tenang. Khawatir mereka (yang dibicarakan) tahu.
Takut dibalas, takut dimintai tanggungjawab dan seterusnya. Di dunia sudah tak tenang, di akhirat pun dikurangi pahala yang sudah susah payah dikumpulkan.