Ada seorang alim yang saya pernah mendengar dari lisan beliau memberi nasihat demikian.
"Jika suami atau istrimu tak seperti yang kau harapkan..
Maka jangan ceritakan keburukannya kepada orang lain sebelum engkau membawa namanya (mendoakannya) di dalam sholat tahajud selama 40 hari. Dan jika sudah 40 hari setelah namanya kau bawa dalam doa, namun ia tak kunjung berubah baik.
Maka serahkan dia agar menjadi urusan Alloh Azza wa jala.
Dan sejak hari itu, fokuslah untuk memperbaiki ibadahmu kepada Alloh. Sebab bisa jadi, tidak baiknya pasanganmu lantaran kualitas hubunganmu kepada Alloh juga belum baik.
Karenanya.. fokuslah dulu memperbaiki hubunganmu dengan Alloh, agar Alloh nantinya memperbaiki hubunganmu dan pasanganmu."
Hal ini juga berlaku untuk anakmu, orangtuamu atau untuk tetangga yang perilakunya tidak seperti harapan hatimu.
Pelajaran pertama yang saya dapatkan.
Bahwa jangan buru-buru menceritakan keburukan orang-orang terdekat sebelum engkau mengadukannya kepada Alloh.
Karena bisa saja..
Mereka akan semakin putus asa ketika mendapati kenyataan aibnya tersebar luas. Alhasil..
Semakin malas untuk jadi baik karena terlanjur malu karena citra buruk.
Pelajaran kedua..
Bahwa muamalah kita kepada orang lain adalah cerminan muamalah kita kepada Alloh.
Jika hubungan kita dengan Alloh membaik. Maka Alloh akan baikkan hubungan kita dengan makhluk. Insyaallah..
Dan begitu pula sebaliknya.