Orang yang paling tertipu di dunia ini adalah mereka yang selalu berkata..
"Saya bisa bahagia kalau sudah punya ini itu seperti orang-orang."
Mungkin sebagian besar kita tak asing mendengar kalimat semacam ini. Atau bahkan, kita termasuk yang pernah berpikir demikian.
Kita cek lebih dalam ya..
Kawan, Kalau bicara tentang nikmat berupa rezeki. Sebenarnya semua manusia itu diberi nikmat Rezeki. Semuanya...!!
Mau iman, mau tidak beriman.
Mau orang baik atau tidak.. semua mendapatkan nikmat rezeki.
Akan tetapi..
Tidak semua orang diberikan kemampuan menemukan bahagia setelah menerima nikmat.
Nikmat Rezeku itu dari Alloh Azza wa jala.
Tapi bahagia?.wilayah ini diserahkan sepenuhnya ke manusia.
Sebab, bahagia setelah menerima nikmat hanya bisa dimiliki oleh mereka yang pandai membesarkan rasa syukur dalam hatinya.
Contohnya begini..
Setiap orang diberi Rezeki berupa makanan oleh Alloh Azza wa jala.
Ada orang yang saat makan dia bahagia. Karena bersyukur kepada Alloh dan mengingat betapa banyaknya orang yang masih kelaparan.
Namun ada orang yang saat makan, ia masih bisa marah lantaran apa yang dimakan tak sesuai dengan seleranya.
Ada orang yang ketika punya mobil meski seken sekali pun, ia bersyukur luar biasa. Sebab ia melihat itu pemberian Alloh yang terbaik. Dan ia sadar, masih banyak orang yang belum tentu mendapat nikmat berupa mobil.
Tapi ada juga yang tetap mengeluh ketika ia naik mobil karena terjebak macet.
Sehingga tak aneh jika ada orang kaya sekalipun terkadang masih bisa menangis dan bersedih dengan keadaannya. Kesepian dalam hatinya. Atau tetap pusing dengan ragam masalahnya.
Bukan karena kurangnya nikmat. Melainkan sebab kurang mampunya membesarkan rasa syukur setelah menerima nikmat.
Seorang alim pernah memberi saya nasihat..
"Di tangan seorang yang berilmu.. sebuah batu bisa jadi sarana mencari penghidupan. Tapi di tangan orang bodoh, batu hanya dianggap sebagai gangguan di jalan."
Dalam kurikulum seputar Rezeki..
Pelajaran paling penting itu bukan tentang mencari rezeki. Karena rezeki sudah Alloh bagikan. Tak perlu kau pusingkan.
Hal yang lebih penting adalah..
Bagaimana caramu mensyukuri rezeki. Mengelola rezeki agar memunculkan kebahagiaan di dalam hati.
Kita itu tidak kekurangan rezeki. Tapi kekurangan bersyukur. Alloh sudah membagikannya sesuai takaran.
Manusia lah yang kemudian menilai tinggi rendahnya rezekinya dengan nafsunya dan ukuran keinginannya.