Yang sering menjadi sebab lemahnya hati adalah tatkala keadaan sulit, bukannya berdoa dan ikhtiar, tapi malah mencari cara agar dikasihani orang lain.
Karena ingin dikasihani..
Maka pikirannya terprogram bahwa diri ini lemah, tak berdaya, sebagai korban, teraniaya, tak bisa berbuat apa-apa lagi, menderita.. Dan beragam perasaan sejenis demi membenarkan diri di hadapan lingkungan bahwa.. "Lihat.. aku ini butuh dikasihani, tolong aku, bantu aku.."
Dan jika diteruskan.. perasaan inilah yang akan menjadikan seseorang menjadi mudah meminta-minta dan tak mau lagi ikhtiar.
Padahal malas dan meminta-minta adalah 2 hal yang dibenci oleh Alloh dan RasulNya dari seorang mukmin.
Selemah apapun keadaan..
Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai dan mencoba lagi.
Kita tidak diwajibkan berhasil. Tapi diminta untuk ikhtiar. Agar ada nilai ibadah di dalamnya..
Dan itu jadi sebabnya kita bersabar. Karena hasil adalah urusan Alloh. Kapan lagi kita belajar bersabar jika selalu mendapatkan keinginan? Kapan lagi kita mengenal sabar jika semuanya tak perlu menunggu?
Lemahnya keadaan yang Alloh berikan dalam hidup kita, adalah cara Alloh mengajari kita kesabaran.
Jangan frustasi atau emosi..
Itulah kenapa ayatnya berkata,
Innalloha ma'ashshobirin.
Alloh bersama orang yang sabar.
Dan ciri orang sabar.. tidak minta dikasihani. Jika ditanya keadaannya, ia akan menjawab..
"Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. masih banyak kebaikan yang Alloh berikan untuk saya yang bisa saya syukuri. Tak perlu khawatir saudaraku. Saya butuh doamu saja.."