Kata siapa hanya istri yang selalu harus bersabar menghadapi suami.. justru sebenarnya, yang harus lebih sabar itu adalah seorang suami tatkala menghadapi istrinya jika sang istri memiliki kekurangan dalam beragam sisi.
Ini bukan saya mengada-ada lho ya..
Karena memang bunyi ayatnya begitu.
Alloh Ta’ala berfirman..
“... .Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)
Ayat di atas adalah panduan sikap untuk laki-laki terhadap istrinya..
Note pentingnya..!!
Jika seorang suami tidak menyukai sesuatu atas istrinya. Maka disuruh bersabar sebab bisa jadi ada kebaikan pada dirinya.
Minimal jadi ladang pahala sabar.. hehehe..
Ibnul ‘Arabi rahimahullah berkata mengenai firman Alloh di atas.. (Redaksi > QS. An-Nisaa’: 19)
Maksud ayat ini adalah,
“Jika seseorang mendapati pada istrinya hal yang tidak ia sukai dan ia benci, selama ia tidak melakukan perbuatan fahisyah (zina) dan nusyuz (pembangkangan), bersabarlah terhadap gangguannya dan sedikitlah berbuat adil karena bisa jadi seperti itu lebih baik baginya.” (Ahkam Al-Qur’an, 1:487)
Jadi.. kalau ada kekurangan pada akhlak istri.. sabar kawan. Sebab bisa jadi ada sisi lain yang bisa jadi penutupnya. Jangan buru-buru main layangan yang lain. Nanti putus.
Senada hal ini..
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu)
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhoi.” (HR. Muslim, no. 1469)
Artinya, tidak mungkin seorang istri itu punya kekurangan di semua sisi. Pastilah ada baiknya jika kita mau mencarinya..
Pasti ada lebihnya.
Yang nggak suka dandan.. jangan diejek, itu malah jadi sebab hemat uang belanja.. hehe.
Yang cerewet.. bisa jadi sebab hidup tidak monoton. Lumayan ada konser tiap hari di rumah. Dan biasanya yang cerewet itu pinter ngurus rumah dan anak-anak.
Yang sekolahnya nggak tinggi nggak papa.. tapi karena itulah, anak-anak jadi pinter ngaji, baca tulis di rumah karena ibunya bukan wanita karir dan mampu mendampingi fulltime.
Wis pokoke cari baiknya.. pasti ketemu.
Kurang di satu sisi tapi pasti lebih di sisi lain. Ngomelan pun gak papa.. tapi mungkin ia lucu dan menggemaskan, pinter ngatur keuangan, pandai ngurus rumah.. Dan mau diajak berjuang. Meski sambil ngomel tapi nemenin. Kan malah romantis.
Walaupun akhlaknya ada yang jelek, di sisi lain (mungkin) ia memiliki agama yang bagus, ia cantik, ia ‘afifah (menjaga diri dari zina), atau ia adalah kekasih yang baik. Demikian kata Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim, 10:56.
Yang jelas seorang suami bisa saja mendapati ujian dari istrinya sendiri, bahkan dari kata-kata istrinya yang pedas.
Dan bahkan ini bisa jadi jalur kemuliaan antum lewat istri cerewet. Syukur-syukur jadi wali Alloh.. Hehehe.
Bener lho.. bukan saya yang bilang.
Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya’ Ulum Ad-Diin berkata,
الصَّبْرُ عَلَى لِسَانِ النِّسَاءِ مِمَّا يُمْتَحَنُ بِهِ الأَوْلِيَاءُ
“Bersabar dari kata-kata (menyakitkan) yang keluar dari mulut para istri adalah salah satu cobaan para wali.” (Ihya’ Ulum Ad-Diin, 2:38)
Ada kisah menarik nih..
Ibnul Arabi menyebutkan bahwa telah menceritakan kepadanya Abul Qasim bin Abu Hubaib, dari Abul Qasim As-Suyuri, dari Abu Bakar bin ‘Abdurrahman, tentang Syaikh Abu Muhammad bin Abu Zaid Al-Qairawani yang sangat terkenal dengan ilmu dan agamanya, di mana Abu Bakar bercerita,
“Istri Syaikh Abu Muhammad Al-Qairawani diketahui berperangai buruk, tidak menjalankan kewajibannya sebagai istri, dan selalu menyakiti suaminya dengan lidahnya. Orang-orang banyak yang heran dan mencela sikap sabar dari Syaikh Abu Muhammad terhadap sang istri.”
Syaikh Abu Muhammad berkata,
“Aku adalah orang yang telah diberikan oleh Allah berbagai macam nikmat berupa kesehatan badan, ilmu, dan dikaruniakan kepadaku budak-budak. Mungkin sikap jelek istriku adalah hukuman Allah atas kekurangan agamaku. Aku hanya takut jika ia kuceraikan akan turun ujian kepadaku lebih berat dari itu.” (Ahkam Al-Qur’an, 1:487)
Maka kalau punya istri yang buruk.. jangan buru-buru dicerai. Karena takutnya.. nanti ada ujian yang lebih besar daripada itu.
Sudah.. cukup istri judes sajalah ujian terberat para laki-laki. Karena setidaknya.. masih ada manis-manisnya. (mode maksa)
Daripada diuji dengan yang lain yang lebih berat.. yakin sanggup??
Terima saja dan mari bersabar sama-sama.
Wkwkwkwkwk..