Betapa sering kita melihat..
Hancurnya kehidupan seseorang bukan lantaran kemiskinannya, tapi karena keserakahannya.
Punya uang sedikit belum tentu jadi sebabnya hidup terpuruk. Tapi keserakahanlah yang justru membuat akhirnya banyak orang kian terjebak pada gaya hidup yang buruk.
Coba lihat saja.. dewasa ini, orang jatuh miskin, lantaran ia tak mau terlihat miskin.
Tak mau dianggap miskin.
Ambil kredit rumah belum matang perhitunganya, kredit mobil yang belum mendesak keperluannya. Tambah cicilan gawai terbaru ditambah ini dan itu.
Ujungnya terjerat hutang ribawi yang menyempitkan pikir dan menyempitkan rezeki.
Gelisah tiada henti.. pikiran sumpek dan tak kreatif. Silaturahim jadi enggan sebab merasa harga dirinya sedang jatuh dan keadaannya tak baik. Malu..
Semua berawal dari tak mengenali apa yang benar-benar dibutuhkannya. Dan itu adalah bentuk lainnya keserakahan.
Maka Rasululloh sholallahu'alaihi wassalam berpesan kepada Abu Hurairah radhiyallahu'anhu..
''Ridholah dengan apa yang dibagikan Alloh Azza wa jala untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.'' (HR Tirmudzi).