Keluarga itu harus jadi sebabnya rezeki berkumpul.. sebab dulu, ketika masing sama-sama lajang, Alloh berikan masing-masing bagi kita rezekinya.
Begitu menikah, berkeluarga, tambah ada anak misalnya.. Dan punya tambahan orangtua baru bernama mertua. Harusnya rezeki semakin berlimpah.
Maka tak salah jika kemudian mahsyur di kalangan para ulama sebuah pengajaran mindset melalui kalimat..
"An-nikahu miftahur-rizqi".
"Menikah itu kuncinya Rezeki".
Karena pernikahan adalah gerbang pembukanya rezeki yang besar..
Jika pernikahan justru menjadi sempitnya urusan, maka bisa dipastikan, jangan-jangan ada yang salah dengan langkah-langkahnya.
Lalu bagaimana seharusnya..??
Dimulai dengan memiliki 3 prinsip dasar sederhana dalam pernikahan.
1. Menikah itu adalah karena Alloh. (Spiritual State)
2. Menikah itu sebagai sarana agar bisa melakukan kebaikan bersama. (Scale Up Mindset)
3. Menikah itu untuk menjadi sebab diajarkannya dan diteruskannya risalah Rasululloh sholallahu'alaihi wassalam di dalam rumah kita. (Define The Vision)
Pernikahan yang ruwet dalam bab rezeki dan juga visi rumah tangganya, biasanya karena 3 prinsip dasar ini terlewatkan untuk ditancapkan dalam-dalam di dalam pikiran.
Akhirnya merembet ke :
• cara berumahtangga (aktivitas keseharian).
• cara mencari nafkah.
• sikap mensyukuri keadaan.
• pola komunikasi antar anggota keluarga.
• cara menghormati satu sama lain.
• cara bertetangga.
• memilih tontonan, memilih pergaulan.
Dan seterusnya.. dan itu semua, adalah komponen yang memengaruhi besar kecilnya arus rezeki.