Pola kebiasaan yang melapangkan hidup itu nyata adanya. Pun dengan kebiasaan yang bisa mengundang kesempitan dalam hidup.
Ternyata juga ada polanya. Dan Alloh sudah sampaikan bocorannya di Al Qur’an.
Karena ternyata.. kebiasaan orang-orang yang demikian ini, dari dulu sampai sekarang memang sama saja.
1. Banyak berjanji kepada Alloh.
Sudah jadi kebiasaan orang-orang fasik dan munafik adalah banyak berjanji.
وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
"Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Alloh, "Sesungguhnya jika Alloh memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh."" (QS. At-Taubah: 75)
Nanti rajin sholat malam kalau dapat kerjaan.
Nanti nyantunin anak yatim kalau proyek tembus.
Nanti kalau udah nikah, mau rajin majelis ilmu sama pasangan.
Nanti kalau sudah punya anak, mau fokus dengan Al Qur’an.
Nanti kalau duit sudah sekian, mau sedekah tiap bulan sekian.
Bla..bla..bla..
Tapi begitu Alloh lapangkan sedikit hidupnya..?? Dinaikkan sedikit derajatnya..??
Mulai lupa dan banyak alasan.
Yang modelan begini dari dulu udah banyak.
Jangan sampai kita salah satunya.
فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
"Ketika Alloh memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)." (QS. At-Taubah: 76)
2. Mencari-cari alasan agar diberi keringanan dalam beramal sholeh.
Beralasan repot agar bisa menunda sholat.
Beralasan capek agar dimaklum ketika tidak Qiyamul lail.
Beralasan lagi nggak banyak duit agar bisa menghindar dari sedekah.
Beralasan keluarga sendiri saja belum cukup, masak nolong orang lain.
Dan seterusnya..
Padahal, Alloh tidak pernah meminta banyak. Cukuplah beramal sesuai kemampuanmu.
Dan sebenarnya..
Bahkan dalam kesempitan sekali pun, Alloh masih tetap menganjurkan kita beramal sholeh. Sebab itulah (punya amal) yang nantinya bisa menyelamatkan kita.
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖ ۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّاۤ اٰتٰٮهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَا ۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا
"Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan." (QS. At-Talaq: 7)
Jangan nunggu lapang untuk beramal. Karena yang sedang terbatas keadaannya pun sebenarnya juga masih harus beramal. Semampumu..
Karena bisa saja, itu yang kelak jadi wasilah pengundang jalan keluarmu. Insyaallah.
Oleh sebab itu..
Jangan kebanyakan janji.
Jangan kebanyakan alasan.
Biar gak susah terus hidupnya. Wallahu'alam..