Salah satu cerita dalam hidup yang seru-seru gemes itu adalah..
Ketika hidup kita yang damai.
Nggak nyenggol siapa pun..
Nggak paham ada apa..
Dan tiba-tiba kita ada di cerita orang lain.
Sudahlah muncul tiba-tiba di cerita orang lain.. eh, langsung pula dapat peran antagonis di dalam ceritanya.
Segala macam bentuk kejahatan dan keburukan dikisahkan atas nama kita.
Pernah ngalamin??
Ya begitulah kehidupan. Ada saja cerita yang membuat kita rasanya pingin gigit orang.
Tapi di situlah seninya. Seni untuk kembali belajar sabar dan sadar.
Mau tetap jadi orang baik seperti biasanya.
Atau mengikuti cerita buatan mereka dan menjadi antagonis yang sebenarnya.
Kalau sedang ngalamin yang seperti ini, mungkin ada 3 hikmah yang bisa kita ambil sebagai pilihan sikap.
1. Kalau nggak ada orang-orang seperti mereka, kita tidak punya wasilah untuk latihan sabar dan mengerti tentang mahalnya arti "Diam".
2. Bisa jadi Alloh ingin kita punya kesempatan memilih pahala luar biasa lewat jalur memaafkan.
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
"Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Alloh. Sesungguhnya DIA tidak menyukai orang-orang zalim. [QS. Asy-Syuro: 40]
3. Sebagai evaluasi diri.. jangan-jangan, memang kita selama ini punya kesalahan yang tidak kita sadari. Sampai-sampai orang lain pun sakit hati dan membuka keburukan kita lewat ceritanya. Jadikan kesempatan untuk bertobat, meminta maaf, dan kembali mengatur sikap.