Mendengar kabar kematian di subuh hari.. seorang kawan yang pernah jadi teman sebangku saat belajar.
Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un..
Kembali membuat terhenyak dan tersadar. Bahwa mati tak menunggu waktu siapmu.
Mati tak menunggumu jadi baik dulu.. mati tak menunggumu bertaubat dulu. Mati tak menunggumu cukup amal dulu.
Maka jika ada amalan yang bisa dilakukan hari ini, maka lakukan sebelum terlambat. Jika ada amalan yang bisa dilakukan sekarang, jangan tunda lagi.
Disebutkan dalam kitab Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi, bahwa salah satu cara setan dalam menggoda manusia adalah dengan membisikkan ke dalam hati manusia kalimat.. "Nanti saja.."
Dengan kalimat itu.. kita berpikir bahwa suatu amal masih bisa dilakukan nanti, esok, lusa, pekan depan, bulan depan atau tahun depan.
Padahal "Nanti saja" adalah janji yang belum tentu bisa kita pastikan kedatangannya.
Dengan "Nanti"..
Umur terbuang..
Waktu sia-sia..
Banyak kesempatan beramal terbuang.
Banyak peluang terlewat.
Dan banyak pula penyesalan akan datang.
Sebab, satu-satunya tempat untuk mengumpulkan amal, hanyalah ketika kita masih berada di dunia. Akhirat bukan lagi tempat beramal..
Jangankan akhirat, di alam kubur pun kita sudah tak lagi bisa berbuat.
Dan satu-satunya kesempatan untuk bisa beramal adalah.. ketika masih hidup.
Sebab, di saat ruh telah dicabut, semua daya tak akan lagi ada. Semua harta tak akan lagi berguna.
Maka rumusnya orang beriman adalah..
Gunakan seluruh daya dan upaya..
Gunakan seluruh waktu terbaik..
Gunakan sebagian besar harta..
Gunakan semua tenaga..
Untuk hanya mempersiapkan kematian dan akhiratnya.
Karena sejatinya tujuan hidup ya untuk itu.
Maka..
Mumpung masih hidup..
Siapkan 3 yang tak akan pernah putus.
1. Amal Jariyah. Sedekahkah harta-harta terbaik yang bersifat panjang manfaatnya.
2. Tebarkan ilmu yang bermanfaat yang bisa diambil banyak orang untuk memudahkan urusannya.
3. Didik anak yang sholeh sholehah agar kelak bisa berbakti dan mau mendoakan kita.
Jangan pelit untuk ketiga hal ini.. dan jangan merasa eman (sayang) untuk ketiga urusan ini. Sebab mayit pun ingin bisa hidup lagi hanya untuk bersedekah..
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu;
lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al Munafiqun: 10).
Karena pada akhirnya.. tak ada harta yang bisa menyelamatkan jika disimpan. Tak ada harta yang bisa berguna jika hanya dikumpulkan.
Yang berguna adalah yang dikeluarkan di jalan Alloh..
Ya Alloh..
Matikan kami dalam keadaan mati terbaik. Dengan harta yang tidak memberatkan dan dengan amal yang cukup sebagai bekal..
Dan jadikanlah apa yang kami tinggalkan menjadi amal jariyah serta bermanfaat hingga akhir zaman.
Aamiin Allohuma Aamiin.