Kalau musibah yang kita terima itu datangnya dari musuh.. maka bolehlah kita beranggapan bahwa musibah itu untuk menghancurkan kita.
Tapi kalau kita meyakini.. bahwa musibah dan ujian itu datangnya dari Alloh. Sementara Alloh begitu sayang kepada kita..
Maka mustahil ujian atau musibah yang Alloh kirimkan adalah untuk menghancurkan.
Pastilah semua ujian dan musibah.. itu adalah untuk memuliakan kita.
Masalahnya hanya satu..
Kita tidak sabaran..
Yang datang baru hidangan pembuka, kita sudah menganggap itu adalah hidangan utama. Atau bisa jadi sebenarnya bukan hidangan pembuka. Baru welcome drink..
Kita ini seringkali mudah berburuksangka kepada Alloh, sampai-sampai tidak mampu melihat kebaikan Alloh yang jauh lebih luas dari pandangan mata kita yang sempit ini.
Padahal ada kalanya..
Seorang anak melarang orangtuanya memakan gula yang manis karena penyakit diabetes sang ayah yang sudah parah.
Khawatir rasa manis itu akan jadi sebab celakanya.
Alloh pun seringkali menghindarkan kita, hambaNya, dari banyaknya kelezatan dan manisnya dunia.. karena itu akan menghancurkan dan merusak akhirat kita.
Maka Rasululloh sholallahu'alaihi wassalam bersabda..
“Janganlah sekali-sekali salah seorang di antara kalian meninggal kecuali hendaknya dia berbaik sangka kepada Alloh,”.
Yuk latihan baik sangka kepada Alloh..
Dengan selalu mengucapkan..
"alhamdulillah.. ini pasti baik."