Ada 3 hal yang tidak mampu ditahan oleh wanita:
1. Air mata,
2. sikap cemburu
3. dan rasa ingin tahu.
Wahai para lelaki, belajarlah untuk memahami dan mengerti itu.
Jangan mudah menyakiti perasaannya.
Jangan biarkan dia cemburu.
Dan jangan biarkan ia curiga.
"Kok Berat ustadz.."
Kalau begitu, ada yang lebih mudah. Lakukan 3 langkah ini.
Pertama,
Didik wanitamu untuk tangguh dan tak mudah menumpahkan air mata. Caranya?? ajarkan ia tentang tujuan besar dalam hidup berumahtangga. Sebab suami istri yang punya tujuan besar, tidak akan disibukkan dengan tangisan, tapi peluh keringat perjuangan. Andai ada air mata, itu adalah air mata munajat. Bukan air mata baper.
Dan ini yang kadang terlewat. Suguhan rumah tangga hanya romansa. Maka hiasannya pun tak jauh dari kesedihan, cemburu dan air mata.
Tapi kalau rumah tangga itu adalah Visi besar. Insyaallah air mata tak mudah jatuh. Karena keluarga pejuang tidaklah cengeng. Sebab anak-anak yang hebat, tidak dididik di dalam keluarga yang lembek hati.
Kedua,
Jadilah laki-laki yang bisa dipercaya. Adanya rasa cemburu oleh wanita sebab mungkin di kepalanya telah terekam peristiwa pengkhianatan. Solusinya, buktikan bahwa Anda sebagai laki-laki amat bisa dipercaya.
Redam setiap rasa cemburu dengan segera. Jangan biarkan masuk ke dalam rumah tangga. Sekali masuk, dan tak segera dipadamkan, maka cemburu bisa membakar segalanya.
Bicarakan bibit cemburu. Dan cari segera solusinya.
Ketiga,
Dan biasakan budaya keterbukaan..
Ceritakan sebelum ia mencari tahu. Karena wanita itu paling tidak suka mendengar kebenaran dari orang lain. Para wanita selalu berharap, suamilah yang menceritakan tentang apa yang ingin diketahuinya.
Wanita adalah detektif terhebat kalau sudah menyangkut suaminya.
Keponya akut kalau sudah urusan seputar suaminya.
Kalau perlu, suruh baca sendiri isi WA kita. Dengan siapa kita (suami) pergi.. infokan.
Sebagai istri, tentu saran saya jangan pernah ingin tahu apalagi sembunyi-sembunyi mencari tahu. Namun sebagai suami, sebelum istri terlalu penasaran, maka izinkan sekali waktu melihat apa yang ingin diketahuinya.
Yang satu tidak memaksa meminta, yang satu mempersilahkan mengetahui. Ini baru romantis namanya. Saling mengerti dan memahami.
"Lha kok tambah berat tadz..?"
Ya karena rumah tangga itu adalah seni mendidik dan mau dididik. Juga perihal mau terbuka dan saling percaya. Dan itu tidak mudah.
Jangan berharap pasangan langsung baik tanpa ujian, dan jangan pernah berharap bahwa rumahtangga adalah kisah romantis tanpa masalah seperti serial drama.
Ada begitu banyak kenyataan pahit yang harus dihadapi untuk membangun rumah tangga yang tahan uji. Karena tidak akan ada pelangi tanpa hujan yang deras dan panas yang terik di saat yang bersamaan.
Mendidik wanita dalam rumah tangga adalah kunci pokok membangun keluarga yang hebat.
Sebab wanita tanpa ilmu agama yang baik...
Hanya akan mempersulit pertanggungjawaban suaminya, menyengsarakan masa depan keturunannya, dan menyakiti orang-orang disekitarnya.