Tidak perlu khawatir hanya karena kita nampaknya sedikit tertinggal dari orang lain. Kita sedang tidak berlomba dengan siapapun.
Setiap orang memiliki moment kemenangannya masing-masing. Dan setiap kemenanganmu nanti, kapan pun itu.. rasanya tetaplah BAHAGIA.
Punya suami/ istri sekarang atau nanti.
Punya anak sekarang atau nanti.
Punya rumah sekarang atau nanti.
Punya usaha lancar sekarang atau nanti.
Tetap akan senang ketika akhirnya terjadi kok. Bismillah.. ridho aja.
Tak perlu khawatir sampai memaksa dan depresi karena konsep "HARUS SEKARANG".
Satu-satunya orang yang harus kita ajak berkompetisi sebenarnya adalah diri kita yang kemarin.
Apakah kita sudah menjadi lebih baik dari diri kita sendiri yang kemarin?? Atau masih sama saja?? Atau mungkin malah lebih buruk?
Karena diberikan hidup oleh Alloh adalah bentuk ujian agar hidup ini semakin bertambah baik amalnya dari hari ke hari.
ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ
"yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun," (QS. Al-Mulk: 2)
Maka, kalau masih diberikan hidup sampai hari ini, arahkan fokus kepada 4 hal ini.
1. Upayakan menambah iman kepada Alloh. Termasuk bertambah yakin bahwa takdir Alloh untuk kita pun pasti yang terbaik dan berujung kepada yang baik-baik saja.
2. Berusaha sekuat tenaga untuk mencegah diri dari bermaksiat kepada Alloh. Andaikan masih sulit.. setidaknya kejar dengan perbanyak tobat dan istighfar.
3. Upayakan untuk semakin memberi manfaat kepada makhluk Alloh yang lain. Tebarkan kasih sayang seluas-luasnya.
4. Perbanyak mengumpulkan bekal untuk bersiap menghadapi hari perjumpaan dengan Alloh Ta’ala. Karena setiap hari.. kita bergerak perlahan tapi pasti menuju mati.
Kita tidak sedang menjauh dari akhir cerita.
Tapi kita semua sedang berjalan mendekat dengan sengaja untuk mengakhiri cerita kita masing-masing. Jangan sampai lupa..
Karena banyak orang yang akhirnya berani merusak dirinya sendiri dan mengabaikan larangan Alloh ﷻ, lantaran ia lupa tentang kematian.