AKU MENCINTAI, TAPI AKU JUGA YANG TERLUKA

09 April 2022 Andre Raditya

Tulisan ini tiba-tiba saja saya tuliskan lantaran beberapa hari yang lalu, saya mengunggah sebuah video singkat tentang indikator sederhana keberhasilan suami di platform lain. 

Ternyata sampai ditonton lebih dari 600rb kali dan dikomen lebih dari 400an komentar. Akan tetapi, begitu membaca komentarnya.. betapa sedih saya rasanya. 

Isinya.. hampir sebagian besar adalah curhatan seorang istri, yang lebih banyak dibuat menangis oleh suaminya daripada tersenyum. Dan itulah dasar tulisan ini muncul. 

Betapa akhirnya kita menyaksikan, banyak orang yang justru tersakiti dengan cinta yang dibuatnya. Ini seolah jadi pengingat sekaligus pelajaran. 

 

Hati-hati dengan Cinta. 

Bahwa jangan mudah mencinta kepada mereka yang belum jelas cintanya kepada Alloh. 

Kalau Alloh saja tidak diberi kejelasan, apalagi dirimu. Kalau Alloh saja mudah untuk dilupakan, apalagi dirimu. 

Kalau Alloh saja dinomerduakan apalagi kamu. 

 

Maka dari itu, ingat ini kawan.. 

Ini aturan penting. 

 

Bahwa semua hal dan barang dunia yang tidak dipakai untuk urusan akhirat, biasanya akan cenderung merusak. Dan akhirnya pasti menyakiti. 

Harta yang tidak dipakai untuk akhirat, jadi sebab orang sombong dan serakah. Begitu hilang, rasanya sedih dan nestapa. 

Umur kok tidak dipakai untuk urusan akhirat, biasanya jadi sebabnya arogan, berperilaku sia-sia dan mental tidak bertanggungjawab. Begitu tua, menyesal tiada henti sebab tak bisa kembali. 

 

Cinta itu barang dunia.  

Kalau tidak dipakai untuk mengejar akhirat, biasanya hanya akan berujung pada nafsu, menyakiti dan keegoisan sikap. Akhirnya sakit hati.. 

Tak sekali dua kali kita pasti telah menyaksikan, bahwa cinta akhirnya jadi alasan orang bermaksiat. Alasannya selalu klasik,.. "Karena SALING SAYANG". 

Tapi di kemudian hari, akhirnya tersakiti juga sebab ternyata, yang dicintai terlalu mudah pergi ke lain hati. 

 

Yang tersakiti karena sebab terlalu cinta.. 

Yang selingkuh pun juga alasannya sama.. ia menemukan cinta barunya. 

Namun kalau cinta dibatasi dengan kaidah "Untuk Akhirat".. 

Maka hati tak akan mudah menaruh harap, dan hati tak akan mudah mengobral rasa. 

Cinta yang tidak dipakai untuk urusan akhirat membuat seseorang mudah berkorban berlebihan, investasi perasaan yang berlebihan, dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada manusia yang dipikirnya bisa jadi sandaran hidupnya. 

 

Alhasil, ujungnya malah tersakiti karena cinta yang diciptakannya. 

Karena bergantung berlebih kepada manusia, pasti celaka. 

Berharap berlebih kepada manusia, pasti kecewa. 

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu,  

Bahwa Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam bersabda, "Cintailah orang yang kau cinta sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta". (HR Tirmidzi) 

 

Tidak salah punya cinta.. Tidak salah mencintai.. 

Tapi cintai secukupnya sebagai sekedar fitrah untuk membangun ketaatan kepada Alloh.. 

Dan terapkan rumus dalam hubungan percintaanmu. 

 

Begini rumusnya.. 

"Semakin tinggi takwamu kepada Alloh, semakin besar pula cintaku padamu. Jika hilang takwamu kepada Alloh, akupun akan membuang cintaku untukmu.." 

 

Maka selalu mengingatkan ke mereka yang saya jodohkan. Biasanya diproses ta'aruf saya berpesan.  

Di proses perkenalan ini, jangan buru-buru pakai perasaan. 

Jangan terpedaya dengan wajah.. 

Jangan terpedaya dengan kata-kata.. 

Cinta itu ditumbuhkan nanti saja kalau filter takwa sudah lolos. Setidaknya mau sama-sama berkomitmen untuk bertakwa kepada Alloh. 

Mau sama-sama bersepakat belajar dan berangkat ke majelis ilmu memperbaiki diri. 

Kalau belum ada komitmen menuju baik.. 

Jangan pernah menaruh rasa. 

 

Jangan jadi manusia yang diperbudak oleh cinta hingga akhirnya bersedia kehilangan umur dalam kesia-siaan. Sebab yang dicintai ternyata hanya memberi luka dan sakit hati. 

Mau pergi masih cinta.. 

Mau berpisah tak berani.. 

Mau protes tak punya nyali.. 

Karena alasan klasik, "Saya masih cinta ustadz.." 

 

Jangan sengaja menciptakan luka karena salah membawa cinta. 

Jangan pakai cinta untuk urusan dunia saja.. 

Karena pada prinsipnya, semua hal di dunia ini hanya boleh digunakan sebatas untuk membawa kita menuju kepada Alloh semata. Di luar tujuan itu, pasti jadi sia-sia dan membuat luka. 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR
andre raditya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR

Kalau Alloh sudah memberikanmu 3 hal ini.. Maka berbahagialah. Sebab 3 hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia di dunia selamanya. D...

3 weeks ago Read
TAK BISA MELAWAN WAKTU
andre raditya

TAK BISA MELAWAN WAKTU

Ingatlah.. meski hari ini kamu kuat.. Terkenal, populer, punya banyak harta dan bisa mengakses semua kesenangan. Tapi ingatlah juga, suatu saat kam...

3 weeks ago Read
JANGAN BANYAK NGANGGUR
andre raditya

JANGAN BANYAK NGANGGUR

Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.   Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak ngang...

3 weeks ago Read