Bagi seorang mukmin yang sudah menikah, maka seharusnya.. rumah adalah tempat yang paling nyaman dan menyenangkan baginya.
Karena di sanalah ia bisa bersama dengan pasangan halalnya.
Di rumah itulah dia bisa bertemu partner-nya untuk beribadah kepada Alloh.. ya ngaji, sholat, puasa, dan banyak hal.
Di dalam rumahlah dia bisa bertemu dengan teman terbaik yang pasti setia untuk sama-sama menuju surga.
Ia senang pulang ke rumah..
Bukan karena rumahnya lengkap dengan fasilitas, tapi senang pulang karena ingin menemui yang tinggal di dalamnya (istri, suami dan anak-anak sholehnya).
Rumahnya nyaman bukan karena mewah dan luas.. tapi nyaman karena siapa yang tinggal bersamanya.
Dan di dalam rumahlah satu-satunya tempat dimana ia bisa jauh dari beragam fitnah dunia.
Tak melihat yang haram, dan tak terpancing obrolan tak berguna. (Seharusnya..)
Di dalam rumahnya pula.. ia bisa mempersiapkan keturunan dan keluarga yang tangguh untuk masa depan dirinya dan agama. Dan itulah proyek terbesarnya.
Di dalam rumah pula seorang mukmin bisa dengan tenang menyantap makanan halal yang tidak meragukan hatinya.
Dan semua kekacauan, masalah, maupun tekanan di luar rumah, akan sirna ketika ia masuk ke dalam rumah lantaran disambut dengan kehangatan sederhana ala keluarga.
Di rumah seorang mukmin yang punya visi jelas. Semuanya hanya berisi manfaat..
Kesenangannya pun bermanfaat.
Yang dikerjakan..
Obrolannya pun bermanfaat..
Bahkan bercandanya pun bermanfaat.. minimal manfaatnya untuk menyenangkan pasangannya, dan itu berpahala lho.
Begitulah seharusnya seorang mukmin saat di rumah.
Dan itulah kenapa slogan Baiti Jannati ada.. karena bagi seorang mukmin, rumah yang diatur dengan sedemikian jelasnya.. adalah surga terdekat yang bisa dirasakannya.
Bukan sebaliknya..
Di luar bisa tertawa dan riang gembira.. namun di rumah, justru terasa panas seperti neraka.