Kenikmatan tertinggi itu punya iman kepada Alloh. Karena dengan punya iman, semua yang kita punya jadi naik level Kenikmatannya.
Coba pikirkan ini..
Punya harta tanpa iman, hanya akan habis dipakai makan.. tapi karena punya iman, harta jadi dipakai buat berbakti ke orang tua, nafkah anak istri, sedekah, diwakafkan, nyenengin orang lain. Dipakai buat yang manfaat dan halal.
Punya pasangan kalau tanpa iman, hanya akan jadi teman hidup, urusan nafsu dan fisik belaka. Tapi karena punya iman, punya pasangan jadi terpikir untuk tujuan ibadah, menuju surga dan berkumpul bersama di sana.
Punya anak kalau tanpa iman, hanya akan cukup jadi kesenangan dunia. Sekedar penghibur hati. Jadi kebanggaan sebatas urusan dunia. Tapi karena punya iman, anak jadi dirancang agar kelak jadi wasilah doa dan amal yang tiada putus saat sudah meninggal.
Punya kendaraan kalau tanpa iman akan jadi ajang kesenangan belaka. Kalau pakai iman, maka kendaraan dipakai untuk mengantar ke tempat-tempat yang baik dan bertujuan ibadah.
Punya usaha kalau tanpa iman, hanya jadi wasilah mendatangkan uang. Cara tak lagi penting. Pokoknya untung adalah tujuan.
Tapi kalau pakai iman, punya usaha jadi sebabnya dakwah dengan muamalah.
Punya pangkat jabatan tanpa iman hanya akan jadi sebab gagah-gagahan. Kadang malah berujung pada rusaknya akhlak, korupsi dan kehinaan. Tapi karena punya iman, ia takut betul khianat. Jabatannya dipakai betul untuk mengabdi mengurus urusan rakyat. Kebijakannya akan dipakai untuk menghentikan maksiat dan memudahkan kebaikan.
Semuanya..
apapun yang kita punya, andai bukan karena iman kepada Alloh dan hari akhir, niscaya akan habis sekejap saja.
Tapi karena iman kepada Alloh dan hari akhir, semua yang dipunya akan dipakai sedemikian rupa agar panjang manfaatnya, dan tidak memberatkan hisab.
Iman membuat segala nikmat berada di puncaknya kenikmatan.