Di sosial media adanya tombol unfollow, delete friend atau unsubscribe sebenarnya menjadi pelajaran buat kita.. bahwa yang dulu pernah disukai, tak harus selamanya kita sukai.
Mungkin kita pernah mengikutinya, berteman dengannya dan pernah menjadikannya panutan. Tapi itu tak harus selamanya.
Di saat prinsip sudah tak sama, atau ada hal-hal yang jika tetap mengikutinya justru jadi sebab rusaknya hati dan memburuknya akhlak.
Maka sah-sah saja jika kita memilih untuk kemudian unfollow atau delete friend.
Yang kemarin kita like, mungkin sekarang sudah tak lagi baik demi hidup kita.
Dan ini tak hanya berlaku dalam sosial media.. dalam kehidupan kita bersosial di dunia nyata sekalipun ini boleh kita terapkan.
Keluar dari circle pertemanan yang buruk adalah sesuatu yang juga perlu kita lakukan jika kemudian itu menjadikan hati kita lebih sehat.
Kalau berteman dengan seseorang lantas hati menjadi kotor, mudah hasad, lisan mudah ghibah, dan pikiran mudah buruk sangka serta pesimis
Maka mulailah berpikir untuk mencari circle pertemanan yang baru.
Karena hidup ini, tergantung bagaimana memilih lingkaran pertemanan.