Alloh menguji kita bukan untuk sekedar menjadi lebih baik. Tapi Alloh menguji kita untuk melihat apakah kita bisa TETAP JADI ORANG BAIK.
Jangan berhenti jadi orang bener.
Meskipun kadang kita mendapatkan balasan yang tidak seharusnya.
Jangan lelah untuk tetap beriman.
Meski hidup nampaknya seperti berjalan ke lubang yang semakin sempit, gelap dan menakutkan.
Jangan bosan menjauhi dosa. Meski melihat mereka yang maksiat kok sepertinya lebih sejahtera.
Jangan capek untuk terus meminta kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Meski doa nampaknya tak kunjung dikabulkan setelah sekian lama.
Jangan menyerah untuk terus berharap dan yakin akan datangnya pertolongan Alloh meski saat ini kita seperti berada di titik terendah antara hidup dan mati.
Sampai semua rasa lelah itu memucak dan lisan hanya bisa berkata..
"Laa haula wa laa quwwata illa billah.."
"Aku serahkan dan aku pasrahkan semua kepadaMu ya Rabb..
Hamba sudah tidak lagi punya tenaga kecuali apa yang Kau sisakan bagi kami.
Maka izinkan kami tetap iman kepadaMu sampai akhir. Itu saja harapan kami." 

Jadilah seperti Nabi Ayyub alaihissallam yang hancur badannya. Tapi hatinya tidak hancur dari beriman dan berharap kepada Alloh.
Jadilah seperti Nabi Yunus alaihissallam yang berada di dalam gelapnya perut ikan dan lautan. Tapi hatinya tidak gelap dari melihat cahaya Alloh.
Alloh tidak pernah bilang..
"Semua hamba-Ku harus jadi yang nomer satu.."
Tapi Alloh berfirman..
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
"Sungguh, Alloh menyukai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 4)
Dan salah satu pengertian Takwa itu adalah terus berusaha menghindarkan diri dari perkara yang buruk.
Kita semua pasti pernah mengalami hal terburuk dalam kehidupan. Pernah sakit dan kecewa sedalam-dalamnya.
Tapi tidak berarti itu semua jadi alasan untuk kemudian meletakkan iman, jadi manusia buruk dan tak punya kebaikan. Apalagi sampai menjadi jahat dan merusak.