Kalau ada yang sedang bertanya tentang keadaanmu.. jawab saja, "Alhamdulillah.. aku baik-baik saja."
Karena cukup itu yang harusnya di dengar oleh orang lain.
Biarkan mereka tahunya kita baik-baik saja.
Biarkan mereka tahunya kita mampu dan sanggup bertahan.
Biarkan mereka tahunya kita adalah orang-orang hebat yang mampu melewati segala persoalan.
Dan itulah salah satu cabangnya iman..
Iman itu bukan hanya tentang yakin dan menyembah Alloh saja. Tapi juga membuat orang lain melihat, bahwa kita yang menyembah Alloh ﷻ adalah orang yang hidupnya begitu tenang dan bahagia apapun keadaannya.
Jangan biarkan orang-orang melihat kita yang sedang mendakwahkan iman malah banyak nangisnya, banyak mengeluhnya dan begitu banyak masalahnya.
وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَ نْتُمُ الْاَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman." (QS. Ali 'Imran: 139)
Jadi mukmin itu gagah gitu lho..!!
Wajah bahagia. Mata cerah.
Senyum ramah. Pandangan optimis ke depan. Jalan penuh semangat.
Meski remuk inside, tapi tetap gemoy outside. Full Smile dan positive vibes..!!
Karena bagi orang beriman..
Bahagia itu diukur dengan cara sederhana.
Begini rumusnya..
1. Tidak berekspektasi yang berlebihan pada sesuatu di luar kendali.
2. Senang sewajarnya. Sedih secukupnya.
3. Dan selalu bersyukur sebanyak-banyaknya. Alhasil senyum terus, cerah terus.