Terkadang.. yang bikin seseorang jadi tetap menjadi pribadi yang buruk itu bukan karena dia tidak tahu kesalahannya.
Bukan karena tidak ada yang memperingatkannya.
Namun seringkali.. yang menjadikan seseorang tetap menjadi pribadi yang buruk dan bertahan dengan segala tingkahnya adalah..
karena adanya teman busuk yang mentolerir dan menormalisasi kesalahannya.
"Semua orang juga punya salah kok.."
"Kesalahanmu ini masih belum fatal dibandingkan si anu."
"Biarin aja.. mereka nggak kenal kamu seperti kita. Kita yang mengenalmu tahu persis bukan begitu niatmu."
"Nggak papa bro.. memang orang yang punya kebaikan dan visi besar itu banyak musuhnya, banyak yang dengki."
Kalimat dari teman-teman busuk inilah yang akhirnya tetap membesarkan hatinya. Dan semakin meyakinkan dirinya bahwa..
"Aku tidak salah."
"Kesalahanku bukan sepenuhnya salahku."
"Yang penting niatku nggak begitu."
Apakah teman busuk pasti orang jahat??
Tidak selalu.
Kadang teman busuk adalah orang-orang baik yang penuh dengan kepentingan dan takut dikeluarkan dari lingkaran.
Maka jangan kaget jika banyak orang hebat, yang circle pertemanannya positif justru akhirnya semakin susah introspeksi. Sebab terkadang, yang biasa positif thinking tidak mampu mengucapkan kalimat tajam sarat kebenaran.
"Sudah lah. Kamu yang salah. Ngaku dan minta maaf."
Benar kata sayyidina Umar bin Khaththab Radhiallahu'anhu, "Orang yang paling kucintai adalah dia yang mau menunjukkan kesalahan-kesalahanku.”
Maka dari itu.. hati-hatilah menganggap siapa teman sejatimu.
Cintai mereka yang mencintaimu selama kamu benar, dan berani mengingatkanmu dengan tegas saat salah. Bahkan tak segan menjauhimu saat kau tak kunjung berubah.
Dan waspada dengan orang yang selalu membenarkan semua perbuatanmu. Karena dia bukan teman, tapi badut hiburan.