Sejatinya.. yang membuat kita tidak tenang dalam hidup itu, bukan karena lingkungan yang bising. Bukan juga karena hiruk pikuknya keadaan di luar sana.
Tidak tenangnya hidup kita dikarenakan, hati ini terlalu berisik dengan segala kekhawatirannya.
Was-was dengan rezekinya.
Nasibnya besok gimana.
Takut ditinggalkan seseorang.
Bahkan selalu mempertanyakan takdir Alloh atas orang lain dengan tendensi tidak terima.
"Kenapa dia berjaya?"
"Kenapa dia enak hidupnya?"
Kita terlalu membiarkan hati ngomel terus dengan berbagai narasi "berontak".. hingga akhirnya ketenangan hidup pun jadi menjauh.
Padahal kalau manusia mau mengerti konsep ini, hatinya akan selalu tenang apapun keadaannya.
Dan konsep penting itu adalah..
"Jika sesuatu itu tidak Alloh takdirkan untukmu, mau sehebat apapun engkau mengejarnya. Hal itu tidak akan pernah menjadi milikmu. Sebaliknya, sesuatu yang Alloh tetapkan untukmu, maka akan mendatangimu meski engkau berlari menghindar atau bahkan terdiam terikat tak berdaya."
Berarti gak perlu usaha dong??
Hmmm.. kalau sampai mikir gitu, berarti gagal paham.
Meskipun konsep di atas adalah mutlak karena berkenaan dengan akidah. Tapi di lain sisi, kita semua sama-sama tidak tahu apa yang Alloh takdirkan dan kapan datangnya. Semua masih misteri.
So.. berusaha yang terbaik tetaplah satu-satunya jalan. Ikhtiar tetap harus selalu maksimal. Begitu perkara hasil, terima dengan hati yang ridho.
Kalau akhirnya tak dapat, minimal punya pengalaman. Kalau pun dapat, ada cerita tentang serunya perjuangan.