Kalau ada yang bilang "Usaha tidak pernah mengkhianati hasil", saya kurang setuju.
Karena kenyataannya, "usaha lebih sering mengkhianati hasil."
Coba dipikir..
Memangnya, apa yang kita dapatkan hari ini benar-benar sesuai sama usaha kita..?? Enggak sama sekali..!!
Bukan usahamu yang memberikan sesuatu, tapi Alloh yang sejatinya membukakan kemudahan untukmu.
Belum lagi kalau bicara tentang bab kewajiban kita beribadah kepada Alloh Ta’ala.
Bahkan tak sedikit yang amat sangat jauh dari standar minimal. Tapi Alloh masih berikan kita rezeki, kesehatan, nafas, dan banyak lagi.
Kalau kita pikir dalam-dalam..
Coba perhatikan bagaimana sholat kita.!!
Seberapa khusyuk kita. Seberapa ikhlas kita..??
Apakah dengan kualitas sholat seperti itu, kita benar-benar layak dengan apa-apa yang sudah Alloh berikan sampai saat ini?
Yang ada.. usaha kita itu minimal sekali.
Ibadah kita amat sangat minimal. Tapi Alloh justru berikan amat sangat maksimal.
Tidak pantas seorang hamba membanggakan usahanya, sementara ia tahu persis bahwa sebenarnya.. usahanya tak terlalu istimewa dan tak seberapa.
Seingat saya..
Orang yang selalu membanggakan usahanya dan dicatat dalam Al Qur’an adalah Qarun. Dan akhirnya berakhir dengan kebinasaan.
قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْ
"Dia (Qarun) berkata, "Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku." (QS. Al-Qasas: 78)
Usahamu tidak pernah mampu memastikan apapun kecuali atas izin Alloh.
Dan kalau terjadi sebagaimana yang kau harapkan?? Yakinlah, itu semua lebih banyak "lebihannya" dan bantuannya dari Alloh dibandingkan dengan apa-apa yang sudah kita upayakan.
Itulah seharusnya kerangka berpikirnya orang beriman.
Sehingga..?? Rasa syukurnya akan selalu lebih besar dari yang diterimanya.