Akan datang masa kesedihanmu bukan tentang kehilangan segalanya.. tapi justru ketika sadar, kenapa dulu tidak merelakan segalanya.
Ada banyak orang yang berpikir bahwa kehilangan itu menyakitkan.
Padahal di setiap yang hilang, ada kemungkinan Alloh menggantinya dengan yang lebih baik.
Bahkan tak sedikit yang hilang bisa kembali dicari dan dikumpulkan.
Yang menyedihkan justru berlalunya kesempatan untuk bisa merelakan sesuatu yang kita tahu sebenarnya itu nanti bermanfaat untuk akhirat kita.
Harta yang seharusnya disedekahkan.
Harta yang seharusnya diwakafkan.
Tapi kita lebih memilih untuk menyimpannya dan menggenggamnya erat.
Padahal mereka yang mati ingin hidup lagi agar kembali punya kesempatan untuk bersedekah. Di situlah baru tersadar.. kenapa dulu tidak memilih merelakan.
Merelakan itu melegakan, juga menentramkan. Bahkan bisa jadi menyelematkan di masa yang akan datang.
Termasuk beberapa orang yang seharusnya direlakan pergi sejak lama.
Karena ada sebagian orang yang dipertahankan, ternyata justru membuat hidup seperti berhenti di satu titik tanpa adanya perkembangan dan perbaikan.
Kesadaran untuk harus merelakan itu mahal. Tapi tahu kapan waktunya mempertahankan dan merelakan, itu jauh lebih mahal lagi.
Karena ada orang-orang yang akhirnya membuang begitu banyak potensi kebaikan karena berdiri terlalu lama di persimpangan antara "Mempertahankan" dan "Melepaskan".
Karenanya.. selalu mintalah petunjuk kepada Alloh. Dan minta diperlihatkan kapan waktunya.
"Ya Alloh, berikanlah hamba kesabaran untuk bertahan, atau keikhlasan untuk merelakan. Dan berikanlah pula hamba hikmah untuk bisa melihat perbedaan di antara keduanya."