Dari sekian banyak hal yang bisa dibicarakan tentang Rezeki. Ada satu poin yang sering kali terlewat untuk disadari bahwa itupun sebenarnya adalah rezeki.
Yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan rezeki yang Alloh beri.
Dan itupun adalah rezeki.
Mungkin kita termasuk orang yang tidak Alloh berikan harta yang berlimpah.
Tapi sebagai gantinya, Alloh berikan kita kemampuan bisa menyesuaikan diri dengan rezeki yang ada... Maka bersyukurlah kawan. Itu rezeki yang tak kalah besarnya.
Dikasih rezeki banyak, bisa dipakai untuk berbagai manfaat. Ketika sedang sempit dan sedikit, seketika langsung mampu beradaptasi dan menyesuaikan pengeluaran.
Pas Alloh kasih banyak rezeki, bisa kebeli ikan untuk hidangan. Tapi ada masanya sekedar sambel sama tempe pun tak banyak protes dan tetep enak makan.
Dikasih rezeki jadi kaum berada nggak gaya berlebihan. Disuruh sabar jadi kaum dhuafa pun langsung bisa berperan wajar.
Itulah rezekinya sesungguhnya..
Menyesuaikan diri dengan apa yang Alloh beri.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Alloh (kepadanya).” [HR. Muslim]
Karena banyak orang yang hidupnya berakhir hancur berantakan, padahal hartanya begitu banyak. Usut punya usut karena mereka tak mampu menyesuaikan diri dengan rezeki yang Alloh beri.
Saat banyak terus meningkat kebutuhannya. Pas lagi sempit?? Susah menurunkan gengsinya. Alhasil makin remuk dan terpuruk.