Tahukah antum bahwa ada setidaknya 5 perbedaan antara LAKI-LAKI dan PEREMPUAN yang amat sangat mencolok. Yang jika tidak segera ditemukan titik temunya, hal ini akan menjadi sebab sering munculnya permasalahan dalam rumahtangga.
YANG PERTAMA >> MENCOBA VS PASTI
Laki-laki itu diciptakan oleh Alloh ﷻ punya DNA petualang. Mereka haus akan banjir adrenaline yang mengalir ke darahnya.
Tak heran jika banyak olahraga ekstrem didominasi dan diinisiasi oleh kaum pria. Karena laki-laki senang mencoba. Semakin menantang semakin senang.
Ini juga yang membuat banyak laki-laki ketika punya waktu longgar senang main game. Karena dalam game ada "Level Permainan" yang harus ditaklukan. Makin lama makin meningkat kesulitannya.
Sementara perempuan amat sangat nyaman dengan kepastian.
Karenanya.. bagi yang sudah punya suami, jangan kaget kalau kalimat ini akan sering keluar dari mulut seorang laki-laki..
"Coba dulu saja.. siapa tahu bisa."
"Kita jalan dulu.. sambil liat nanti."
"Pikir nanti, yang penting ini bisa jalan."
"Yang ada dipakai dulu aja.."
Dan sejenisnya.
Sayangnya, bagi perempuan.. semua kalimat itulah yang justru jadi sebab semakin gelisahnya hati.
Dan di pikiran perempuan.. kalimat-kalimat itu akan ditangkap sebagai..
"Ini gimana sih, laki-laki kok nggak punya rencana."
Wanita itu suka yang pasti. Terjamin.
Diantara bukti contohnya..
● Tak jarang laki-laki yang tak kunjung serius meski pacaran sudah lama, akan tergantikan dengan yang cepat melamar.
● Wanita lebih condong dan seneng dengan laki-laki yang sudah mapan pekerjaannya. Lebih-lebih kalau profesinya sudah terjamin dan ada pensiunannya.
Sekali lagi.. hal ini karena dorongan alam bawah sadar bahwa "Yang PASTI itu lebih NYAMAN"
Kalau 2 hal yang bertolak belakang ini tak segera dikomunikasikan untuk dicari jalan tengahnya, maka miskomunikasi akan sering terjadi.
Salah satu solusinya..
1. Wahai laki-laki.. belajarlah menyampaikan segala sesuatu secara mantap ke istrimu. Tenangkan pikirannya. Segala hal yang sifatnya spekulatif, cukup ada di pikiranmu dan simpan untuk dirimu sendiri.
2. Dan untuk para istri.. belajarlah percaya dengan keputusan suamimu. Karena setiap kalimat yang diucapkannya, yakinlah, suamimu sudah berpikir untuk itu. Atau setidaknya.. dia sedang berpikir atas hal itu.
Mau lanjut..
Tapi ternyata baru poin 1 saja sudah panjang. Disambung next saja ya. Insyaallah.