Itulah sebabnya..
Kenapa Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam ketika ditanya oleh seorang sahabat bernama Uqbah bin Amr..
"Apa keselamatan itu ya Rasulullah..?"
Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam menjawab di urutan yang pertama dengan kalimat.
"Jagalah (dengan kuat) lisanmu."
Karena lisan yang tidak terkontrol itu berbahaya..
Terbukti lagi dan lagi.
Karena ucapan, karena tidak kuatnya mengendalikan lisan, sembarang berkomentar..
Banyak hati yang marah dan akhirnya bergerak. Bahkan sampai akhirnya merusak.
Dulu jutaan manusia berkumpul karena ucapan orang yang sok tahu berbicara tentang Al Qur’an.
Sekarang?? Orang bergerak karena lisan orang-orang yang miskin empati dan menantang rakyatnya sendiri.
Semua kekacauan ini dimulai dari lisan yang tidak terjaga.
Benar ternyata kata sejarawan..
Ribuan tentara belum tentu mampu membuat sebuah negara tumbang. Tapi sebuah lisan, sanggup jadi pemicu hancurnya satu negara.
Lagi-lagi.. mari jaga lisan kita.
Karena apa yang sudah keluar dari lisan, tak bisa ditarik kembali dan tercatat abadi.
Dan setelah saya perhatikan.. mereka yang akhirnya terpeleset dalam fitnah lisan karena 3 alasan.
1. Merasa sok tahu.
2. Pingin terlihat lucu.
3. Yakin bahwa dirinya kuat dan berkuasa selamanya.
Ketiga tipe di atas menyebabkan orang-orang tersebut ngomongnya tidak dipikir dan tidak diatur.