Setiap suami pernah sangat mencintai istrinya. Pun dengan seorang istri.. pasti pernah sangat mencintai dan memuja suaminya.
Ada yang berhasil mempertahankannya hingga saat ini. Ada yang tak berhasil menjaga rasa karena terlalu banyak trauma.
Itu fakta..
Tidak sedikit pasangan suami istri yang datang berkonsultasi, akhirnya merasakan..
"Saya sudah lupa apa itu cinta."
Dan biasanya..
Mereka yang tak berhasil menjaga cinta pun, seringnya tak merasa bahwa ternyata cintanya sudah tak lagi bersisa. Dan akhirnya mati rasa.
Bukan karena sengaja menghapusnya.
Bukan pula berniat mematikannya.
Tapi lantaran beberapa hal berikut :
1. Menghadapi kesalahan berulang yang terkesan tak diniati perbaikannya. Janji demi janji untuk berubah tak pernah terealisasi.
2. Lelah setelah bertahun-tahun menasihati dan melihat, sepertinya nasihatnya tidak didengar juga. Nasihat berubah menjadi teriakan dan omelan. Dan omelan hanya menghasilkan jarak yang semakin renggang.
3. Rangkaian masalah yang sejatinya tidak pernah diselesaikan hanya karena dirasa sudah reda dengan sendirinya. Hutang emosi yang terus menumpuk. Dan akhirnya kebal dengan kebiasaan.. "paling ujungnya nggak selesai juga."
4. Merasa tak perlu lagi saling romantis dan bermanja karena usia tak lagi muda. Waktu muda lelah mengurus anak, begitu anak-anak mulai dewasa, disuruh bersikap
5. Terlalu banyak membiarkan orang lain terlibat dalam perkara yang harusnya menjadi urusan suami istri saja.
6. Tidak ada kebiasaan peka untuk saling membantu, sehingga kelelahan hanya bertumpuk di satu pihak saja.
7. Lebih memuji orang lain dari pada pasangan sendiri. Padahal, hal itu pun pernah dilakukan oleh pasangan. Ketika dilakukan orang lain begitu terlihat istimewa, kalau pasangan sendiri yang melakukan?? Dinilai biasa-biasa saja.
Jika ada sebab-sebab di atas, segeralah berbenah. Itu penyakit akut yang mematikan cinta.
Karena cinta itu butuh dirawat sampai akhir. Jangan biarkan mati hanya karena tidak mau menyadari kondisi.