Kalau mau banyak rezekimu.. atur dulu hatimu.
Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam bersabda..
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari Muslim)
Dan di antara hal yang harus kita jaga dari hati adalah, jangan biasa tamak alias serakah.
Serakah itu dibenci Alloh. Dibenci manusia.
Tidak ada orang yang suka dengan mereka yang serakah.
Ada satu aturan rezeki yang paling basic yang wajib antum ketahui..
Bahwa rezeki itu, suka sekali jika diedarkan. Semakin antum senang mengedarkan rezeki, rezeki akan makin senang mendekat dan tinggal lebih lama bersamamu.
Dan orang tamak, tidak mau melakukan itu.
Dia berpikir, hartaku ya punyaku.
Yang aku kumpulkan, hanya untukku saja.
Semakin tamak, semakin susah lapang rezeki. Mungkin kaya.. tapi kenikmatan untuk menggunakannya akan hilang. Dan hatinya jauh dari tenang lantaran paling takut jika sampai berkurang.
Semangat mengumpulkan..
Tapi sakit hati saat menggunakan.
Karena ternyata.. kekayaan itu dimulai ketika hati kita tak punya sifat Tamak.
Orang yang tidak tamak.. pasti mudah merasa cukup.
Kalau sudah merasa cukup..?? Bahkan untuk seberapa pun yang ia dapatkan hari ini dia akan bersyukur.
Dan di situlah kekayaan dimulai.
Sebaliknya.. orang yang tamak (serakah), berapa pun yang didapatkan, tetap tak mampu memuaskannya.
Masih pingin yang lain lagi dan lagi.
Ia lupa menikmati..
Malah sibuk mencari yang lebih lagi.
Kawan..??
Apa gunanya menginginkan sesuatu yang istimewa, jika yang di tangan saja belum bisa kita syukuri.