Salah satu sebab gagalnya kita tenang hati untuk waktu yang lama adalah..
Karena kita selama ini hanya berlatih tersenyum dan gembira ketika keadaan baik-baik saja.
Padahal, ketenangan hati dan rasa Happy yang bertahan lama justru terkadang ditemukan di saat keadaan tidak sedang ideal.
Bak roller coaster, serunya itu bukan terletak saat jalur naik. Namun justru di saat jalur menurun. Semakin ekstrem turunnya, semakin kenceng teriaknya. Dan itu yang dicari penggemarnya.
Para peselancar tidak bepergian untuk mencari laut yang tenang. Tapi mereka selalu berpetualang mencari laut dengan ombak yang besar. Karena itulah kesenangan yang mereka nanti-nanti.
Penggemar mancing mania akan lebih seneng ketika ikan melawan. Ada adu kekuatan, tarik-menarik sebelum akhirnya sang ikan ditaklukan.
Para pendaki lebih senang mencari gunung yang memiliki jalur terjal dan semakin tinggi, bukan gunung yang pendek dengan jalur santai.
Tenyata..
Gagalnya kita tenang hati dan menikmati hidup, justru karena selalu berpikir bahwa semua hal harusnya baik-baik saja.
Begitu tidak terjadi.. akhirnya kecewa dan bersedih. Padahal, dalam hidup ini, sudah jauh lebih pasti ketemu tantangan dari pada kemudahan.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْ كَبَدٍ
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. Al-Balad: 4)
Kalau nasi sudah menjadi bubur.. ya tambahin suwiran daging ayam sekalian biar jadi bubur ayam.
Kalau sudah jatuh tertimpa tangga, maka jual aja tangganya sekalian.
Hidup itu tempatnya ujian..
Pasti berat.. pasti sedih.
Karenanya, orang yang nanti masuk surga akan bersyukur betul. Perhatikan kalimatnya..
وَقَا لُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْۤ اَذْهَبَ عَـنَّا الْحَزَنَ ۗ اِنَّ رَبَّنَا لَـغَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
"Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Alloh yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri," (QS. Fatir: 34)
Bahagia itu nanti kalau sudah masuk surga..
Maka mind set yang bener adalah..
Jangan berharap lepas dari ujian dan kesedihan. Tapi mari belajar berdamai dengan kesedihan, dan akrab dengan setiap ujian yang datang.