Semakin ke sini semakin sadar..
Kita itu amat sangat kecil di dunia ini.
Bahkan, jika hari ini mati..
Mungkin tak banyak yang akan berubah.
Jika kau ayah..
Perlahan-lahan keluargamu akan belajar bertahan hidup. Mungkin istrimu akan bekerja. Anakmu akan mulai belajar jadi dewasa dan mengambil tanggung jawab.
Jika kau istri..
Pelan-pelan keluargamu akan menerima kepergianmu. Mungkin butuh waktu lebih lama.. tapi semua akan kembali pada aktivitasnya. Bahkan tak sedikit suami yang kembali bisa menikah lagi. Dan anak-anak mendapatkan ibu sambungnya.
Anak laki-lakimu akan kembali mengurus keluarganya..
Anak perempuan akan kembali fokus berbakti kepada suaminya dan merawat anak-anaknya.
Tetanggamu mungkin masih membicarakanmu.. tapi hanya sebentar.
Setelah itu, mereka kembali pada kehidupannya.
Jika kau karyawan..
Besok bosmu akan membuka lowongan baru.
Jika kau atasan..
Posisimu akan segera digantikan dengan orang lain secepat mungkin.
Bahkan jika dirimu pemimpin negara sekali pun, tak perlu menunggu lama. Wakilmu akan menggantikanmu. Atau sesegera mungkin pemilu ulang akan diadakan.
Dunia ini tidak akan berhenti berjalan hanya karena kehilangan dirimu.
Karena ternyata, kita tak penting-penting amat.
Maka pada akhirnya.. yang harus paling kita pikirkan adalah..
Saat nanti kita mati..
Di alam kubur sana, siapa yang akan menolong..? Dengan apa kita akan selamat?? Dan apakah kita akan menunggu lama dalam penyesalan sebelum dibangkitkan??
Atau menunggu dengan nyaman dan berlangsung cepat karena amal sholeh yang sudah kita kumpulkan.
Jangan larut memikirkan dunia yang akan kita tinggalkan.. yang bahkan, dunia pun tak merasa kehilanganmu.
Pikirkan akhiratmu, karena itu keselamatanmu yang sejati dan tempat pulangmu untuk selamanya.