Ternyata.. yang paling berat itu bukan mengangkat barbel.
Bukan pula menahan rindu.
Yang berat itu adalah..
Harus tetap pura-pura tampak kuat di depan orang lain, di saat diri sendiri sebenarnya sudah nyaris menyerah.
Pingin marah tapi nggak bisa karena norma.
Pingin teriak tapi tak pantas karena sudah dewasa.
Pingin berkata "aku lelah.. aku menyerah.." tapi begitu melihat wajah orang-orang yang bergantung pada kita, tak tega rasanya kalimat itu keluar di hadapan mereka.
Di dalam sudah rapuh.. di luar masih tetap tampak teguh.
Di dalam sudah ambyar.. di luar tetap masih tampak tegar.
Pikiran sudah kalut.. tapi wajah tak boleh cemberut.
Hati sudah berantakan.. senyum tetap harus menawan.
Ya Alloh..
Kuatkan mereka yang hari ini berjuang demi banyak orang.
Yang kelelahannya selalu disimpan sendirian.
Yang pusingnya hanya diisyaratkan dengan senyuman.
Yang pelariannya atas beban tanggung jawab yang amat berat hanya bisa sekedar lewat rebahan sebentar.
Mereka orang-orang baik dan ikhlas..
Tinggikan derajatnya. Dan luaskan rezekinya. Aamiin