Saya diajari oleh guru kami, bahwa ada 4 hal yang mungkin bisa jadi sebab sempitnya rezekimu..
1. Sikap kasarmu kepada keluarga. Termasuk senang membentak, bernada tinggi saat bicara dan sikap tidak ramah di dalam rumah.
2. Harapanmu untuk terus ditolong orang lain. Alhasil menurunkan kemampuan kreativitasmu dan intuisimu dalam mencari solusi.
3. Rasa berat hati saat mengeluarkan uang atas sesuatu yang sudah kita nikmati. Bayar listrik misalnya, gaji karyawan, bayar makanan saat makan di luar, service kendaraan atau sejenisnya. Berat untuk mengalirkan harta, akan menyumbat arus datangnya rezeki.
4. Menyimpan barang yang sudah tidak dipakai atau rusak, hanya karena tidak ingin ada sesuatu yang berkurang dari apa yang selama ini menjadi milik kita.
Hal-hal itu adalah sebabnya energimu secara tidak langsung diarahkan menjadi energi kikir. Dan saat frekuensi kekikiran mulai menguasai, sempit rezeki tak lagi bisa dihindari.
Rezeki itu didesain oleh Alloh ﷻ dengan "Energi Mengalir" bukan energi berhenti. Ketika kita berpikir untuk menahan atau menghentikannya.. saat itulah rezeki menyempit.
Dan termasuk selalu berpikir..
"Semua buat aku.."
"Hanya aku yang boleh.."
"Dari aku jangan sampai keluar.."
"Milikku, punyaku.."
Ini pun adalah Energi yang sifatnya berhenti.