Jadi suami itu harus siap jadi orang yang paling repot.
Dan jadi pihak yang paling siap diganggu setiap waktu.
Tidak ada istilahnya bahwa suami itu harus duduk di singgasana dan tidak boleh diganggu. Dilayani dan ditakuti.
Kawan..
Pekerjaanmu bisa menunggu..
Tapi waktumu saat dibutuhkan keluarga saat ini tidak akan lagi ada gantinya.
Saat anakmu meminta bantuanmu sebab ia masih kecil dan belum mampu.. moment itu tidak akan lagi terulang nantinya. Karena saat mereka sudah dewasa, saat mereka sudah mampu.. kita mungkin tak lagi dibutuhkannya.
Pun ketika istrimu ingin bermanja, ngajak jalan-jalan dan ditemani bicara.
Waktu itu tak akan ada gantinya.
Karena nanti? Jalan-jalan pun mungkin sudah tak ada tenaganya sebab fisik mulai menua, obrolan pun tak seseru di saat muda.
Atur waktu kerjamu..
Atur waktumu memikirkan dunia.
Jangan habiskan untuk sesuatu yang kalau dikejar terus tak ada habisnya.
Direpoti hari ini di saat semua tenaga dan pikiran masih optimal.. adalah hadiah luar biasa dari Alloh ﷻ untuk para suami dan para ayah.
Karena itu akan menjadi kenangan paling berharga bagi istri dan anakmu.
Sudah saatnya para suami tidak lagi berkata..
"Ubur-ubur ikan lele. Lagi lembur, jangan diganggu le".
Karena sudah waktunya "Ubur-ubur ikan lele" berganti dengan "Ikan wader goyang-goyang.. uang jajan sudah aku transfer ya sayang."
Insyaallah berkah.. aamiin