Dan akhirnya akan ada saatnya kita hanya bisa diam melihat orang-orang pergi meninggalkan kita.
Bukannya tidak sayang..
Bukannya tidak ingin menahannya.
Tapi jika ditahan untuk tidak pergi, dan akhirnya membuat mereka bertahan bukan atas kehendak hatinya. Dan itu tidak membuatnya nyaman..??
lalu untuk apa??
Mungkin kita sudah tidak lagi membawa keuntungan baginya.
Atau dirasa bersama kita peluang besar sudah tak lagi ada dan terbuka.
Biarkan saja..
Relakan yang harus pergi untuk pergi.
Ada 8 hal yang pasti dialami dalam hidup manusia.
Senang dan susah.
Sehat dan sakit.
Lapang dan sempit.
Pertemuan dan perpisahan.
Semua itu hanya masalah waktu.
Kalau ada yang pergi, nanti Alloh berikan yang lain sebagai pengganti.
Jangan pernah gantungkan urusanmu dan baik tidaknya hidupmu pada keberadaan makhluk.
"Kalau nggak ada dia aku gak bisa."
"Kalau nggak sama dia nggak asyik.."
"Kalau bukan dia yang ngerjain nanti kacau."
Tenang.. lama-lama juga terbiasa dan insyaallah akan ada lagi gantinya.
Dulu kita juga pernah sekhawatir itu saat berpisah dengan sahabat dekat. Tapi lambat laun, semua jadi biasa dan kita pun bisa bertahan. Itu semua karena Alloh yang memampukan.
Kalau pun antum kecewa karena ditinggalkan. Buktikan dengan prestasi. Fokus dan kerja keras.
Tunjukkan kepada mereka bahwa kita bisa lebih maju dan berkembang..
Katakan dengan lantang bahwa, "Aku baik-baik saja meski kalian semua tidak di sini. Masih ada Alloh yang menemani."
Jangan malah setelah ditinggalkan memilih terpuruk, jatuh dan inferior.. hingga membuat mereka merasa benar memilih tak lagi membersamai.