Tidak apa ditakdirkan bukan sebagai pewaris. Sebagian kita mungkin harus berjuang dengan amat sangat keras untuk sampai di titik ini.
Tidak mengandalkan modal dari orang tua.
Koneksi pun tak ada.
Mikir sendiri, jatuh bangun sendiri.
Nangis sendirian sembunyi-sembunyi.
Bahkan diragukan saat memulai karena dianggap tak punya DNA istimewa untuk bisa naik kasta. Nggak ada sejarahnya..!! Begitulah kata mereka.
Tapi justru itulah nikmat Alloh yang nantinya paling kita syukuri.
Saat semua mulai nampak hasilnya..
Kita akan tersenyum bahagia mengingat perjuangan yang sudah dilewati.
Yang dulunya kita anggap TRAGEDI, ternyata sekarang rasanya seperti KOMEDI.
Karena tak perlu harus merasa berhutang budi dengan siapapun.
Bisa tumbuh dengan idealisme yang kita yakini.
Dan yang terpenting, kita betul-betul mampu mengerti bahwa Alloh ﷻ itu tak pernah salah mengatur takdir. Imannya bertambah dan syukurnya terasa.
Sebagian orang mungkin tidak dilahirkan dengan takdir yang serba enak dan serba mudah.
Tapi Alloh berikan baginya daya juang yang tinggi untuk terus berusaha dan pantang menyerah.
Sebagian orang mungkin tidak dilahirkan dengan keadaan nyaman dan keluarga yang ideal. Tapi Alloh berikan baginya rasa syukur yang besar dan terus tawakal.
Hidup itu bukan tentang start nya. Karena bagaimana awal hidupmu bukanlah hal yang bisa kamu pilih sekehendak hatimu.
Tapi hidup ini tentang bagaimana kita mengakhirinya. Karena di situlah Alloh berikan kita semua kesempatan yang sama untuk mengubahnya.
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari)