Suatu ketika saya datang ke guru saya untuk meminta nasihat..
Panjang saya menjelaskan masalah yang sedang saya alami.
Setelah puas, saya diam dan menunggu serta berharap petuah nasihat beliau agar pikiran yang kusut bisa terurai. Agar hati yang kacau bisa kembali tenang berlabuh damai.
Dan akhirnya nasihat pun muncul dari lisan beliau..
"Kamu pulang..berbuat baik ke istrimu. Ke keluargamu. Dan perbanyak diam.
Tidak perlu menjelaskan kepada mereka yang memfitnah. Tidak perlu mencari bantuan dan perlindungan hanya demi selamat.
Perbanyak bersyukur kepada Alloh bahwa ini cuma masalah dunia. Sifatnya dunia itu tidak lama. Termasuk semua masalahnya. Tenang, dan simpan tenagamu untuk akhiratmu."
Meski bingung.. saya pun melakukan itu.
Saya mulai fokus dengan keluarga. Mulai fokus memperbaiki hubungan dengan mereka yang setiap hari saya temui.
Tak lagi ambil pusing dengan kata orang dan apa yang beredar. Dan benar.. Satu persatu selesai dan terlewati dengan damai.
Saya baru paham..
Ternyata, sehebat apapun masalah di luar sana, selama keluargamu menerimamu. Akan selalu ada tempat untukmu pulang. Dan itu yang ujungnya kita butuhkan.
Maka jangan tunggu bermasalah untuk akhirnya menyadari bahwa satu-satunya pihak yang akan selalu menerimamu di saat orang-orang menolak dan membencimu adalah keluargamu, pasanganmu.
Jaga rasa dengan keluargamu.
Saling berupaya untuk peduli, perhatian, merawat dan menjaga hati satu sama lain.. itu sama seperti membangun bunker kokoh yang bisa dipakai untuk berlindung jika nantinya badai datang di masa depan.