Di antara nasihat yang pernah saya dapatkan dari guru saya yang kemudian baru saya pahami setelah sekian lama, salah satunya adalah kalimat berikut..
"Dadi wong urip iku, wis pokokmen obah terus.."
(Orang hidup itu harus terus bergerak)
Dan saya baru, ternyata kuncinya kesuksesan itu salah satunya ya ini.
Perhatikan..!!
Beberapa orang, termasuk kita, merasa sangat senang dan termotivasi dengan kisah suksesnya seseorang.
Tapi pernahkah kita berpikir, kenapa akhirnya mereka bisa berada di panggung untuk menceritakan kesuksesannya??
Itu semua terjadi karena mereka tidak berhenti.
Kita sama-sama tahu..
Dalam setiap kisah sukses, pasti ada episode di mana seseorang mengalami fase terburuk dalam hidupnya. Yang dengan perjuangan dan konsistensi, akhirnya bisa bangkit dan taraaaaa.. sukses.
Setiap orang yang berhasil, dan kita sebut sukses, sebenarnya tidak pernah tahu juga bahwa dirinya akan sukses.
Mereka hanya tidak pernah berhenti mencoba sampai di titik Alloh bukakan kemudahan untuk mereka.
Kadang kalau disuruh cerita, "kok bisa sukses??"
Jawabannya.. "ya nggak tahu. Ngerti-ngerti ketemu jalannya sampai di titik ini."
Sama seperti bunda Hajar yang terus berlari sampai Alloh yang mengeluarkan air zam-zamnya.
Bunda Hajar tidak peduli harus lari berapa kali. Pokoknya lari..
Belum ketemu (berhasil) lari lagi. Lari lagi.
Sampai rumusan ini kemudian Alloh abadikan dalam Al Qur’an.
فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ
"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)," (QS. Al-Insyirah: 7)
Saya sendiri merasakan hal itu.
Dampak dari setiap hari menulis dan diposting sejak 2009, jadi wasilah tulisan saya kemudian sampai ke antum semua.
Dimulai dari tidak berhenti nulis. Dimulai dari nggak ada yang nge-like.
Kalau ditanya.. sejak kapan mulai like-nya banyak?? Saya juga gak ingat.
Yang saya ingat, saya hanya terus menulis setiap hari. Every single day.
Dan itu berlaku untuk hal apapun..
Terus bergerak. Pasti suatu saat akan ketemu titik berhasilnya.
Kalau ada orang yang hidupnya gagal, itu pasti karena ia berhenti terlalu cepat dan tak kuat menahan beratnya membangun kebiasaan.