Ada beberapa kawan yang ketika merasa sudah berusaha semaksimal mungkin.
Ikhtiar nggak kurang-kurang.
Belajar juga sudah kemana-mana.
Nakal juga enggak..
Tapi semua yang dicapai nampaknya belum terlalu signifikan dan biasa-biasa saja..
Lantas jadi sebab munculnya pertanyaan??
Apa yang salah??
Kurang apa??
Kalau pertanyaannya adalah apa yang salah? Jawabannya bisa beragam.
Akan tetapi, selama ikhtiar lahir batin sudah dijalankan semaksimalnya. Plus..!!! Tidak ada catatan maksiat yang antum biasakan.
Tenang.. berarti nggak ada yang salah.
Tapi kalau saya ditanya, kurangnya apa??
Mungkin jawabannya adalah KURANG SABAR.
Karena waktu yang tepat menurutmu dan menurut Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mungkin berbeda.
Kita inginnya sekarang..
Tapi kata Alloh nanti dulu. Sekarang belum waktunya.
Dan tak sekali dua kali saya melihat dan akhirnya belajar. Hampir sebagian besar masalah kita lantaran semua hal baik yang kita inginkan harus ada sekarang juga. Saat ini juga. Semua keinginan, kalau bisa harus sekarang tercapainya.
Itu yang akhirnya membuat kita merasa tidak mencapai apapun dan menyalahkan diri sendiri.
Tidak sabaran adalah awal dari merasa gagal.
Tidak sabaran adalah awal dari merasa tidak memiliki apapun.
Tidak sabaran yang juga menjadi sebab beragam penyakit pikiran seperti depresi, stress dan overthinking.
Padahal, Alloh ﷻ tidak pernah salah waktu.
Tak pernah salah pula dalam memberikan sesuatu kepada hambaNya dengan takaran yang pas dan sempurna.
Tidak ada yang terlambat. Dan tidak ada yang terlalu cepat. Semua pas sesuai waktu dan takdir yang Alloh tentukan. Kitanya saja yang selalu harus sekarang.
Padahal tinggal sabar aja sampai Alloh memberikan yang pantas untuk kita.
Karena sabar itu sendiri adalah pertolongan.
Sabar itu sendiri sudah hadiah.
Mereka yang mau sabar..
Pasti sudah merasa bahagia sebelum datangnya nikmat. Dan merasakan tenang sebelum datangnya keberhasilan.
وَا سْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat." (QS. Al-Baqarah: 45)