Setelah melewati beberapa keadaan..
Saya mulai menikmati berdoa untuk meminta hal-hal yang sederhana saja.
Bukan berarti tak lagi butuh apapun. Hanya merasa bahwa sepertinya yang belum disyukuri saja masih terlalu banyak.
Dan juga karena berdoa (meminta) itu adalah perintah Alloh. Tak berani saya membantah itu hingga kemudian benar-benar tidak berdoa.
Pokoknya tetap berdoa..
Tidak mau yang terlalu tinggi karena khawatir nanti tak pandai mensyukurinya jika benar-benar dapat.
Tapi juga tak mau terlalu rendah, seolah-olah Alloh tak sanggup memenuhi keinginan kita.
Akhirnya sebagai jalan tengahnya..
Belajar berdoa dan minta agar dicukupkan saja.
Yang penting.. ketika orang-orang yang harus ditanggung kebutuhannya datang meminta haknya. Kita masih sanggup memberikan itu dan tidak membuat mereka kecewa.
Meski terkadang untuk diri sendiri pun sampai tak tersisa.
Pokoknya.. yang penting cukup.
Tidak harus hutang sana sini.
Tidak harus capek berlebihan hanya demi mengumpulkan.
Bisa dipakai selagi bisa..
Dan semua bisa terselesaikan dengan baik meski dengan standar yang tak selalu istimewa. Pokoknya yang pas dan tuntas.
Mungkin inilah konsep yang ingin dibangun melalui doa yang diajarkan oleh Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam kepada kita.
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
[Allohumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak]
"Ya Alloh cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu."
(HR. Tirmidzi)
Yang cukup-cukup saja.